Header Ads

  • Berita Terkini

    Kebahagiaan Tidak Bisa Dibeli dengan Uang

    Kita bekerja untuk mendapatkan uang dan mencari nafkah. Itu adalah kenyataannya. Jika kita tidak mendapatkan uang, kita tidak dapat memenuhi kebutuhan dasar kita seperti tempat tinggal, makanan dan pakaian. Namun, kita tidak boleh membiarkan diri kita dikendalikan oleh uang. Jika kamu membiarkannya, kamu tidak akan pernah menemukan kebahagiaan dan kepuasan.




    Sayangnya, saat ini kebanyakan orang bekerja di pekerjaan yang tidak mereka sukai hanya karena uang semata. Mereka berpikir jika mereka memperoleh cukup banyak uang, mereka bisa membeli apa yang mereka inginkan seperti mobil, pakaian, elektronik dan lain-lain, mereka akan senang. Namun sebenarnya tidak demikian, mereka melupakan satu hal. Uang tidak bisa membeli kebahagiaan.

    Seharusnya kamu bekerja di pekerjaan yang benar-benar kamu sukai, selain mendapat uang, kamu juga akan memperoleh kebahagiaan dari pekerjaan tersebut. Jika kamu terus berusaha menjadikan uang segalanya dalam hidup ini, kamu akan menemukan beberapa masalah. Berikut beberapa masalah yang akan kamu hadapi.

    1. Kamu Tidak akan Pernah Merasa Cukup
    Meski gaji atau upah kamu di tempat kamu bekerja cukup tinggi. Kamu tidak akan merasa cukup dengan itu semua, kamu terus mengeluh dengan apa yang kamu dapatkan. Akibatnya, kamu sulit untuk mendapat kebahagiaan dalam menjalani hidup ini.

    2. Sering Pindah Pekerjaan
    Karena kamu merasa upah yang kurang dan tidak bahagia dengan apa yang telah diperoleh, kemungkinan besar kamu akan sering pindah pekerjaan. Mungkin kamu akan merasa bahagia di awal, karena bertemu dengan orang-orang baru. Namun tidak demikian dalam waktu jangka panjang. Kamu akan tetap merasa kurang dengan apa yang kamu dapatkan, otomatis kamu sulit bahagia.

    3. Memiliki Lebih Banyak Utang
    Setelah kamu lulus dari perguruan tinggi dan mendapatkan pekerjaan. Kamu akan bekerja lalu mendapatkan cukup banyak uang, dan setelah itu diperoleh, kamu memiliki keinginan untuk membeli rumah. Karena uang yang didapat belum mencukupi, kamu akan meminjam uang untuk mencukupinya, kamu merasa percaya diri karena kamu telah berkerja dan memiliki penghasilan yang cukup besar.

    Namun, kamu tidak menyadari jika kamu berada dalam lingkaran setan. Akibatnya kamu harus menghabiskan gaji kerja yang tinggi tersebut untuk membayar hutang. Sehingga kamu merasa terbebani dengan itu semua, dan pada akhirnya kamu tidak bahagia dengan pekerjaan tersebut.

    4. Menjadi Budak Uang
    Seperti yang dapat kita pahami. Jika kita bekerja semata-mata karena uang, kita bisa menjadi budak uang. Pada akhirnya hidup kita benar-benar dikontrol oleh uang. Perlu diingat bahwa uang bukan segalanya di dunia ini, meski dengan uang kita bisa melakukan banyak hal.

    Ada baiknya kita tidak melakukan sesuatu semata-mata hanya karena uang, termasuk dalam bekerja. Maka dari itu lakukan segala sesuatu karena kamu menyukainya dan hal tersebut mampu membuat kamu bahagia.

    Itulah beberapa masalah yang akan muncul jika kita terlalu memusatkan hidup kita pada uang semata. Dari paparan di atas, uang bisa berdampak baik dan buruk bagi seseorang. Dampak baiknya jika kita bisa mengendalikan uang, dan dampak buruknya jika kita dikendalikan oleh uang.

    61 komentar:

    1. dan akhirnya akan menjadi orang tamak, serakah, ingin menguasai segalanya.,
      padahal kebahagian itu cukup dengan bersyukur.,
      semoga kita tergolong orang yang pandai bersyukur., Amin.....

      BalasHapus
      Balasan
      1. aaamiin,aamiin, semoga kita terhindar dari sifat tamak dan serakah, harus selalu bersyukur . dalam hidup ini ya mbak :)

        Hapus
      2. @mbak Amel, @mas Fajar,
        Amin, semoga kita bisa memanfaatkan uang dengan baik. :)

        Hapus
      3. Amin, semoga dikasih lebih biar bisa bertambah bersyukur.

        Hapus
    2. tapi uang bisa membuat kita bahagia. bukti kecilnya adalah kita bahagia disaat ngeblog, dan kita tidak bisa ngeblog seperti ini jika bener-bener gak punya uang.

      kalimat seperti ini sudah banyak & sering digunakan, tapi disadari atau tidak uang tetaplah menjadi salah satu sarana untuk bahagia. dan ini bisa kamu rasakan nanti ketika sudah berkeluarga

      BalasHapus
      Balasan
      1. Iya mas, kita bahagia ngeblog karena ada duet untuk beli kouta, tapi jangan sampai kita di perbudak oleh duet terus akhirnya tak semangat ngeblog. hehe

        Hapus
    3. sepakat jika kebahagiaan itu nggak bisa dibeli dengan uang, sebab kebahagiaan datangnya dari hati, dan hati nggak ada yang dagang hati, makanya nggak ada hati nggak ada bahagia.... komentar apaan sih ini ya?

      BalasHapus
      Balasan
      1. Hahaha, ada kok mas yang dagang hati, banyak atuh di pasar, tapi hati ayam yang di jual. :)

        Hapus
    4. Jika ingin bahagia, maka kita mesti bersyyukur.
      Nice artikel kak...

      BalasHapus
      Balasan
      1. Iya kita mesti banyak bersyukur apa yang diperoleh hari ini. hehe

        Hapus
    5. Setujuu saya Mba Lisa..kebahagian itu maaahhaaall bingiiit..hehhee

      BalasHapus
      Balasan
      1. Hehe.. mahal banget ya, mbak, sampai nggak bisa kebeli. :D

        Hapus
    6. Untuk point yang terakhir semoga tidak terjadi. Menjadi budak uang sudah banyak terjadi sekarang ini.

      BalasHapus
      Balasan
      1. Memang sudah banyak terjadi, mas. tapi masih bisa dikendalikan. hehe

        Hapus
    7. Well... Itu soal gimana kita menyikapi aja. Uangnya mau buat idup apa gaya hahaha

      Yg jelas aku ngeblog aja udah bahagia, tp kalo akhir bulan pngn makan enak ga ada duit jg ga bhgia juga 😂😂😂

      Yg ptng bersyukurrrrrr

      BalasHapus
      Balasan
      1. Hahaha, kalau akhir bulan pingin makan enak nggak ada duet minta teman traktir dulu, mbak. :)

        Hapus
    8. Jadikan uang sebagai alat untuk mewujudkan cita-cita, jangan jadikan uang sebagai tujuan utama dalam berkarya, kalau tidak, lama-lama kita akan diperbudak oleh uang :)

      BalasHapus
      Balasan
      1. Betul, mas, jadi jangan sampai diperbudak duet. :D

        Hapus
    9. Setuju banget mbak. Uang bukan tolak ukur untuk kebahagiaan. Yang penting adalah rasa syukur.

      BalasHapus
      Balasan
      1. Rasa bersyukur itu lebih dari cukup, dari pada banyak duet jadi pusing tujuh keliling, sist. hehe

        Hapus
    10. manusia kalo gk pernah bersyukur gk ada puasnya, ampe mati pun hehehe

      BalasHapus
      Balasan
      1. Ya, faktanya memang begitu. :)

        Hapus
      2. Aku paling bersyukur jika dapat uang, apalagi dapat uang banyak lebih bersyukur lagi.

        Hapus
      3. @mas Djangkaru, dengan bersyukur pokoknya hidup bahagia. hehe

        Hapus
      4. ah mas djangkaru mah bisa saja, siapa yg bisa nolak uang banyak

        Hapus
    11. betul banget neng Kebahagiaan Tidak Bisa Dibeli dengan Uang , tetapi orang akan sedih jika kekurangan uang....

      BalasHapus
      Balasan
      1. Jadi intinya pas-pasan ya, mas. hehe

        Hapus
      2. iya pas kaya imutnya eneng...

        Hapus
      3. Hahaha.. imut saya emang pas, mas, kalau di tambah takutnya malah banyak yang antri nanti.. ckckck

        Hapus
    12. setujuu bangett dehh mbaaa..mantaff artikelnyaa mbaa...bersyukurlah masih diberikan kebahagiaan....

      BalasHapus
      Balasan
      1. Bahagia meski hanya punya sedikit duet. hehe

        Hapus
      2. hhahahaa....mestinya bersyukurr masihh punyaa duetnya...heheh daripada d luar sana yang masih banyak kekuranganya.....hhehe

        suksess dehh mbaa

        Hapus
      3. Amin, sukses juga buatmu, mas Yuli.

        Hapus
    13. Kebahagiaan tidak bisa diukur dengan banyaknya uang yang kita miliki, tapi uang hanyalah pelengkap saja
      sebaiknya pekerjaan sesuai dg keinginan, tapi kadang sulit didapat akhirnya kerja asal saja yg penting dpt duit dan halal
      pekerjaan, duit, kebahagiaan bisa jd dpt dua lepas satu haha

      BalasHapus
      Balasan
      1. Betul, mbak Mya, pekerjaan, uang dan kebahagian itu adalah satu paket, jadi kalau satu paket itu kita peroleh pasti deh.. rasanya ya mungkin sampean juga merasakan. hehe

        Hapus
    14. Baca artikel ini terasa tersindir sendiri,Terlalu banyak hutang dan diperbudak uang. Ah, uang tidak menjamin kebahagiaan tapi tanpa uang tidak bisa bahagia juga. Karena jaman sekarang harus serba uang, istlah gratis atau gorong royong kian memudar.
      Tanpa uang, aku tidak bisa nikah. tanpa uang aku tidak bisa ngeblog.

      BalasHapus
      Balasan
      1. Di buat santai saja, mas. jadi kita tetap bisa mengendalikan uang bukan uang mengendalikan kita. hehe

        Hapus
      2. Setuju, santai yang penting masih bisa ngopi didepan komputer.

        Hapus
      3. Aroma kopi itu yang bikin betah di depan komputer sambil berimajinasi dan membuat bahagia, dah pokoknya bisa hidup dua kali deh.. hehe

        Hapus
    15. Uang memang tidak bisa membeli kebahagiaan, tapi kalo gx punya uang juga bakal sedih. Ya kLo saya sih secukupnya aja mbk.

      BalasHapus
      Balasan
      1. Nah, yang cukup itu yang bisa hidup enjoy. hehe

        Hapus
    16. Saya setuju sekali. Kebahagiaan memang tidak dapat di beli dengan Uang. Uang tidak dapat membeli sebuah kebahagiaan. Namun faktanya uang merupakan salah satu alat untuk menunjang seseorang untuk bisa berbahagia. Orang naik Haji atau Umrah juga perlu uang. Jika uang mencukupi (tentu atas izin dari Allah SWT) , orang bisa berangkat naik Haji atau Umrah. Orang bisa bahagia. Gimana cara kita memandang Uang saja, prespektifnya dari mana

      BalasHapus
      Balasan
      1. Ya bagaimana cara kita memandang dan menggunakan asal digunakan dengan positif semua akan enjoy serasa minum kopi sambil ngeblog. hehe

        Hapus
    17. Setuju ah,,, uang bukan segalanya, tapi segalanya pake uang, itulah pepatah yang sering diucapkan para penggila dunia..

      BalasHapus
      Balasan
      1. Betul sekali pepatahn itu sering juga saya dengar. hehe.

        Hapus
    18. kata kata itu sering aku dengar :)

      BalasHapus
      Balasan
      1. Saking seringnya teringat terus ya, mbak. hehe

        Hapus
    19. Kebahagiaan memang tidak bisa dibeli dengan uang.
      Rasa syukur adalah cara terbaik untuk meraih kebahagiaan.

      BalasHapus
      Balasan
      1. Yupz, bersyukur adalah kuncinya. hehe

        Hapus
    20. Setuju banget mba, emang yang namanya uang itu ga pernah cukup. Kalau udah dapet, mau lebih lagi. Yang paling penting mungkin bersyukur atas apa yang udah dikasih. :)

      Btw aku baru bikin artikel mengenai mencatat itu penting. if you dont mind, do check it out!
      anattemptaonlife.wordpress.com

      BalasHapus
      Balasan
      1. Ya begitulah.. hehe

        Ok meluncur ke sana.

        Hapus
    21. sering bersyukur agar bahagia :)

      BalasHapus
    22. Intinya hidup itu harus banyak bersyukur. Kalo gak bisa bersyukur mau sebulan digaji satu milyar ya tetep aja gak bakal cukup.

      BalasHapus
      Balasan
      1. Betul, mas, seuju dengan bersyukur semua akan enjoy. :)

        Hapus
    23. Secara garis besar memang uang tak dapat membeli kebahagiaaan,karena kebahagiaan terletak pada kenyamanan hati. Bukannkah begitu ? Tetapi tidak sedikit orang miskin yang mendwrita karena tak punya uang. Nah, kalau begini bagaimana ? Pada intinya baik orang kaya maupun orang miskin Harus kaya hati jika ingin bahagia. Hiksss..

      BalasHapus
      Balasan
      1. Tentu dengan berusaha dan bersyukur dengan yang didapat hari ini pasti penderitaan itu tak dirasakan meskit pada kenyataannya pahit untuk ditelan. Hehe

        Hapus
    24. Pekerjaan yang paling enak memang yang kita bisa enjoy menjalani nya meski hasilnya tidak banyak makanya saya lebih suka dagang dan ngeblog serasa nggak kerja

      BalasHapus
      Balasan
      1. Padahal ngenlog mereka malah punya penghadilan besar. Ya mas

        Hapus

    Post Top Ad

    Post Bottom Ad

    Diberdayakan oleh Blogger.