Home Top Ad

Festival Budaya Taiwan: Memetik Stroberi adalah Hal Yang Menyenangkan

Share:
Salah satu festival budaya paling berharga di Taiwan, mengunjungi kota Dahu Township di Miaoli, selama musim stroberi adalah pengalaman yang menyenangkan dan tak bisa dilewatkan!

Kota Dahu terkenal pulau luas dengan petani lokal yang memproduksi buah-buahan yang segar, dan berbagai pengunjung untuk menikmati panen stroberi di setiap tahun di musim semi. Dengan harga yang relatif sederhana, sangat mungkin untuk memilih terlalu banyak stroberi bahkan dapat memetiknya sendiri!

Selain itu di pusat kota Dahu adalah Asosiasi Petani (tempat pariwisata) yang berfungsi sebagai titik awal bagi pengunjung untuk petualangan di daerah Dahu. Dalam kompleks adalah pasar besar di mana pengunjung dapat membeli souvenir yang berhubungan dengan stroberi, makanan atau makanan ringan, termasuk es krim stroberi. Lahan pertanian sekitar pasar terbuka untuk pengunjung datang dan memilih stroberi yang masih segar.

Meskipun harus melakukan perjalanan 2 jam dari tempat saya tinggal namun tak menggurangi rasa semangat kami untuk menempuh perjalanan menuju Dahu, Miaoli. Hanya untuk menikmati keindahan ladang stroberi dan memetiknya.

Berikut ini beberapa foto yang saya ambil, bahkan saya sempat merekam video, untuk sebagai kenangan setiap tahun.

Wow! Kedua rekan saya ini sedang asyik memetik stroberi dengan antusiasnya.


Nah, ini dia sedang bingung mulai dari mana.


Akhrinya dia pun berada di tengah ladang stroberi


Nampak stroberi yang besar sangat ingin untuk segera memakannya, tapi sayang tidak diperbolehkan makan di tempat meski diperbolehkan memetiknya.


Stroberi ini setelah kami petik dan dibawa pulang, sebelum dibawa pulang harus dibayar dulu.

Kalau kamu tidak melihat gambar mbak admin di atas, kamu bisa melihat video di bawah ini dan kamu akan mendengarkan suara merdunya, yang sedang cuap-cuap. Hehe




Nah, bagi kamu yang ingin traveling ke Taiwan dan menikmati fastival stroberi, kamu bisa datang pada musim semi pada akhir Februari atau awal Maret, karena stroberi sudah dapat dipanen dan dinikmati. Pastinya menyenangkan, setelah memetik stroberi ide kreatif pun mengalir dengan sendirinya.
Advertisement

29 komentar:

  1. Rupanya kayak gt ya pohon stroberi, saya pikir seperti pohon jeruk rada2 tinggi gtu.. Beneran saya baru tau disini te, mungkin karena gk suka buahnya jadi kayak bodo amir gt deh saya sama pohonnya, hehe.. Soalnya rasa stroberi agak2 gimanaa gtu, lagian stroberi kan identik sama cewek.

    Tapi kalau memang tante doyan stroberi ya gk papa sih te, gk masalah kok,, lagian meski hobi kita beda yang penting ****** kita kan tetep satu, iya gk te?
    (ciee pake sensor2an segala! haha.. uhuk2)

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya om, stroberi memang gitu, oh om nggak doyan stroberi ya, pantesan nggak pernah belikan buat saya.. Hahaha

      Aduh om, kok pakai disensor segala, takut ya di baca om sebelah. Wkwk

      Hapus
  2. coba kalau saya ada disana huuu pasti metik yang banyak terus dibawa pulang...

    BalasHapus
    Balasan
    1. Nah, coba kalau sampean ikut kemarin pasti tambah asyik metiknya, dapat banyak. Hehe

      Hapus
  3. Stroberi, saya suka.. saya suka, tapi ke sana nggak ngajak² sih, mbak Lis. :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. Kemarin benarnnya ada tlp sampean, tapi nggak dijawab ya sudah kami tinggal.. Hehe

      Hapus
  4. stroberi itu, aseem manis. minta donk mbak :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya mas, rasanya asem manis, boleh.. boleh silahkan diambil. Hehe

      Hapus
    2. Hehe.. Langsung ambil saja klau dah sampai. Mas

      Hapus
  5. Pasti seger nyicipin strawberi langsung dari pohonnya ya mba, seru tuh. Oh iya mba, kalau strawbery sendiri tumbuhnya berapa tahun sekali atau musiman aja ya ?

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya seru banget, mas Andi.
      Kalau di sini satu tahun sekali ketika musim dingin tiba petani mulai menanamnya,karena kata mereka stroberi akan tumbuh dengan baik ketika cuaca dingin sedangkan dalam waktu 3 bln stroberi mulai berbuah, kemudian menunggu 1 bulan lagi stroberi bisa dipanen.

      Hapus
  6. Strowbery aku suka, jadi beberapa tahun yang lalu di daerahku ada perkebunan strowbery sempat ngerasain panen strowbery tapi entah kenapa pemilik kebun mengganti tanamannya dengan sayuran hehe

    BalasHapus
    Balasan
    1. Mungkin karena cuaca yang nggak mendukung, mbak.

      Hapus
  7. Asia itu kaya akan negara2 indah ya kak. Salah satunya ya Taiwan ini.
    Jadi pingin kesana deh.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya selsin indah juga bersin tak ada sampah dimana-mana.
      Ayo ke sini pergi wisata.. Hehe

      Hapus
  8. oh jadi cara bercocok tanam stowbery itu dengan sistem ramusa ya Lis.? Aku baru tahu, soalnya di tempatku belum ada yang nanam.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya, mas, sepertinya kalau di Indonesia jarang ada yang nanam stroberi. Hehe

      Hapus
  9. wah di taiwan metik stroberi dijadiin budaya ya

    BalasHapus
  10. Loh, itu knapa tidak boleh makan ditempat ya?
    Padahal klo boleh kn nikmat bgt, nyicipin manis asemnya strawberry di kebunnya langsung

    BalasHapus
    Balasan
    1. Kalau diperbolehkan, nanti malah pada nggak beli. Hehe

      Hapus
  11. Saya dulunya juga metik-metik.. metik kangkung, ada-nya sayur hehehe..
    btw mau nanya Mbak.. nama Mbak LIsa Nelson ya?

    BalasHapus
    Balasan
    1. Metik kangkung saya juga pernah.. Haha

      Bukan, Lisa Nel saja, mas. Hehe

      Hapus
  12. Wah.. Masih seger-seger stroberynya..!
    Langsung buat jus stroberry nih he..he..

    BalasHapus
    Balasan
    1. Hehe, iya kemarin buat jus stroberi.

      Hapus
  13. Waw, ini lagi musimna dong Mbak Lisa?

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya, lagi musim stroberi, mbak Wahyu

      Hapus
  14. Stroberry dan yang memetiknya sama-sama indah merona dengan senyuma manisnya, hehee...

    BalasHapus