Home Top Ad

Stres Mengawali Zona Baru? Atasi Dengan Cara ini

Share:
Ada kepercayaan umum bahwa ketika kita ingin memulai sesuatu yang baru, apakah itu proyek, hobi, pekerjaan atau perubahan besar dalam kehidupan kita, tentu perlu sebuah pengorbanan tertentu yang harus dilakukan. Yaitu "keluar dari zona nyaman, dan memulai dengan zona baru" keluar dari zona nyaman terkadang sulit untuk dilakukan, namun demikian kita perlu berkorban dan memulai dengan yang baru meskipun dalam hal ini kita akan mendapatkan resikonya.

Saya memiliki seorang teman, ia bekerja di sebuah perusahan besar, yang memberikan gaji menjanjikan, ia pun berpikir bahwa perusahan ini akan menjamin kehidupannya di masa mendatang, namun pada akhirnya perusahan tersebut mengalami gejolak pasar global yang tidak stabil, sehingga banyak karyawan yang diberhentikan. Dan mereka pun memulai dengan pekerjaan baru. Di tempat kerja baru tentunya banyak hal yang ia temukan, dari segi pekerjaan, gaji, dan bahkan lingkungan. Dan ternyata lingkungan juga dapat mempengaruhi pola pikiran yang awalnya murah senyum dan menjadi pendiam (tak pernah senyum lagi).



Lalu, bagaiman kita mengatasi hal tersebut atau kita memulai zona baru?



» Pertama yang kita lakukan adalah memahami dan mempelajari tentang kebiasaan bos dan rekan kerja. Biasanya pergaulan, cara berbicara, dan kebiasaan lainnya yang akan membuat diri kita tidak betah, namun dengan mempelajarinya kita dapat memulai zona baru di lingkungan baru meski itu sulit.

» Kedua setelah kita mempelajari gaya hidup bos dan rekan kerja, tentu kita sudah tahu kebiasaan buruk dari mereka. Jadi, kita harus abaikan tentang kebiasaan buruk mereka dan tetap fokus pada pekerjaan, sehingga kreativitas kerja kita tetap terjaga. Dan kita pun mampu menyesuaikan diri di lingkungan baru atau tempat kerja baru dengan baik. Sehingga tidak ada tekanan jiwa yang membuat gairah kerja menurun.

Nah, dengan demikian kita bisa memulai zona baru tanpa terpengaruh dengan pergaulan lingkungan dan kebiasaan buruk rekan kerja. Pastinya kita tetap memiliki prinsip hidup sendiri sesuai misi dan visi yang sudah kita perankan, meski kita memulai zona baru yang penuh dengan tantangan dan resiko. Namun terlepas bagaimana kita mengolah pola pikir kita sehingga resiko masuk zona baru akan tetap teratasi sesuai prosedur peran yang stabil.
Advertisement

10 komentar:

  1. Memasuki zona baru memang tidak mudah, tapi kita bisa melakukannya dengan mulai belajar beradaptasi dengan lingkungan yang baru, dengan demikian lambat laun kita bisa menyesuaikan diri.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Betul banget, mang, jika tidak kita akan cepat putus asa dan meninggalkan zona baru.. hehe

      Hapus
  2. beradaptasi dengan hal baru pasti membuat kita canggung dan agak strss. but we must do.
    jika berganti lingkungan kerja. sebulan uda cukup membuat kita beradaptasi untuk mengenal lingkungan baru untuk manusia :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. Ya, mas bahkan terkadang memerlukan waktu 2 bulan ataupun lebih.. hehe

      Hapus
  3. emang dibutuhkan waktu untuk beradaptasi dengan lingkungan baru apalagi yang udah lama dan nyaman dengan pekerjaan dulu jadi begitu berada di lingkungan baru jadi suka gugup sendiri.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya bahkan merasa serba salah.. hehe

      Hapus
  4. Ko ya pas ya, saat masuk zona baru dan merasa kurang nyaman. Si mbk cantik, pas post kaya gni

    BalasHapus
    Balasan
    1. Wah, mungkin ini juga sebuah kebetulan.. hehe

      Hapus
  5. kalau saya pribadi mengatasi stress akibat lingkungan kerja cukup perbanyak ngopi, kareana gak ada kopi kepala jadi mumet he..he..

    BalasHapus
    Balasan
    1. Pantesan kalau beli kopi psling sedikit satu kardus yang isi 125 bungkus.. hehe

      Hapus