Home Top Ad

Bias Rindu Masa Itu

Share:


Bias Rindu Masa Itu!"Bahwasanya ruang dan keluasan arti kekeluargaan bermuara pada satu kedalaman mata batin yang pangkalnya ada di dalam hati kita. Ia hanya akan datang saat urat ketenangan dan kenyamanan batin memenuhi seluruh isi hati dan pikiran. Mata rantai kesedihan maupun kepedihan yang semuanya berada di ruang yang sama dengan kebahagian diantara keluarga tak akan mampu mengingkari sedikitpun pada apa yang di dapat dari olah perasaan "tuan" tubuhnya.
Terkadang, mengalah adalah bukan suatu perbuatan yang "rendah". Ia petikan dari suatu kemenangan yang tertunda. Karena sesungguhnya, mereka yang bisa memiliki sifat inilah, yang pantas menyandang gelar..."sang pemenang sejati". walau "badai" menerbangkan segalanya pun hingga sampai maut menjemput...maka, ia akan tetap mampu menengadahkan diri kearah "mentari". Begitulah "rupa" sang pemenang sesungguhnya."


Lisa menarik nafas dalam-dalam lalu dihembuskan perlahan, tangannya menutup buku di hadapannya. Kemudian ia menatap jauh kedepan angannya kembali ke tahun 2013 lalu, dimana ia menuliskan sebuah ungkapan "Inilah cara saya menciptakan kekeluargaan." rindu yang ia rasakan saat ini pada sahabat-sahabatnya.

Dulu sewaktu masih bersama-sama berbagi cerita, ilmu, dan juga canda tawa sangat indah dirasakan. Seakan tak akan ada perpisahan, namun apa hendak dikata ketika tempat berbagi telah raip, akhirnya perpisahan itu tak dapat dihindari.

Butir-butir bening tak terasa membasahi pipi Lisa. Kerinduannya begitu mendalam, meski sekian tahun perpisahan itu, Lisa masih tetap menyimpan momen-momen dan juga foto-foto sahabatnya. Tak lepas dari pandangan Lisa dari layar laptopnya, tangannya terus menggerakkan mause kearah layar laptop.

Hingga akhirnya tangan Lisa berhenti menggerakan mause-nya, dibalik butir-butir bening matanya, masih terlihat jelas oleh Lisa sebuah gambar sertifikat penghargaan yang baru dicetak, dan juga tumpukan kaos, sweater, handphone, powerbank. "Aaah... aku sangat merindukan kalian!" Lisa bergumam sambil tangannya menyeka air mata yang terus mengalir tanpa bisa dihentikan. Kepalanya disandarkan di kursi, matanya dipejamkan, berbagai peristiwa masa lalu bersama sahabatnya kiat lekat di otak kepalanya.

Bibir Lisa menyungging senyum, ia ingin kembali seperti masa-masa itu "mungkinkah itu? sedangkan mereka entah dimana?" angannya berharap meski itu mustahil. Tapi keyakinan yang Lisa miliki begitu kuat, setidaknya bisa berkumpul suatu saat nanti.

"Rindu... rindu hatiku, tiada terkira.. kau tinggalkan daku seorang."

Lisa dikejutkan oleh suara rington handphonenya, ia membuka mata perlahan, kemudian mengambil handphonenya, pesan singkat masuk "Aku tunggu di warung kopi." Tanpa membalas pesan Lisa menarik gardingan lalu dipakainya sambil berkata "Ah.. ini orang mengganggu saja." Dan Lisa berjalan keluar rumah sambil berharap bisa kembali mengukir bias rindu masa itu.

Advertisement

10 komentar:

  1. Ingin rasanya kembali namun kehidupan tetap hanya sekali mungkin harus ada yang identik meski tak sempurna seperti dahulu..😊😊 🙏🙏

    BalasHapus
    Balasan
    1. Meski tak sempurna yang dulu tapi bikin hati terpaku... hehe

      Hapus
  2. Kenangan indah masa lalu memang sulit dilupakan, tapi live musti go on..?
    Hidup harus terus berjalan dan menemukan pengalaman baru yang mendebarkan..! 🤭

    BalasHapus
    Balasan
    1. Pengalaman baru yang mendebarkan misalnya ketemu para dewa dati khayangan ya, mas.. hehe

      Hapus
  3. Memang sebuah kenangan yang indah takkan pernah bisa dilupakan meskipun seberapa kuat kita untuk melupakannya.
    Tapi yakinlah bahwa kenangan yang indah itu mungkin saja bisa terulang kembali tapi di lain tempat dan di lain waktu, jika kita berkeinginan kuat untuk mewujudkannya kembali. 😊😊

    BalasHapus
    Balasan
    1. Betul mas Irul, keinginan dan yakin pasti bisa terwujud.. hehe

      Hapus
    2. tergantung niatnya juga berarti mas? ada usaha, ada kemauan.

      Hapus
  4. masa indah….sekali singgah, akan lepas.
    Terima kasih, mau berbagi

    BalasHapus
    Balasan
    1. Hehe.. terimakasih kembali sudah mampir

      Hapus
  5. kenangan nggak boleh dihilangkan. yg indah 2 disimpan saja g jelek2 boleh dibuang. he he.

    BalasHapus