Header Ads

  • Berita Terkini

    Cerbung - Mutiara Persahabatan Bagian Kedua


    Mutiara Persahabatan Bagian Pertama
    Lagu bayangkan rasakan yang di nyanyikan oleh Maudy Ayunda ini membuat Rita mengikuti lantunan lagu itu. Suara lirih Rita ini membuat seorang pemuda yang duduk tak jauh dari tempat duduk Rita tersenyum mendengarnya.

    "Hmmmm.. Apakah Rita masih mengenang masa-masa itu?" Gumun nya. Tak lama kemudian pelayan kantin mengantar minuman yang di pesan pemuda itu. Pemuda itu mengulurkan uang pecahan Rp.100,000. "Ini sekalian bayar makanan dan minuman Rita, sisanya buat bibi," kata pemuda itu ke pelayan kantin. Setelah mengucapkan terima kasih pelayan itu berlalu dan menuju meja dimana Rita duduk.

    "Non..." suara pelayan itu mengejutkan Rita.

    Rita tersenyum ke arah pelayan kantin, lalu mengeluarkan uang untuk membayar makanan yang ia pesan, namun pelayan kantin itu menolaknya dan memberitahu Rita, bahwa makanan yang ia pesan sudah dibayar oleh Roni yang duduk tak jauh darinya. Rita menoleh ke arah Roni lalu ia pun membawa makanan dan minuman duduk semeja dengan Roni.

    "Hai Ron... Terima kasih traktirannya," suara Rita sambil meletakan makanan di atas meja lalu menarik kursi disebelah Roni.

    Roni hanya tersenyum dan mempersilahkan Rita duduk. Kemudian Rita pun menikmati hidangan di depan nya. "Rit..." Suara Roni memecahkan keheningan. Lalu Roni pun bertanya panjang lebar terkait pekerjaan yang Rita kerjakan dengan Ardan. Lantas Rita pun bercerita pekerjaan barunya. Roni mendengarkan dengan seksama namun jauh di dalam lupuk hati Roni merasa kagum dengan wanita di hadapan nya."Hmmmmm... Dia memang wanita super, seandainya dia tahu perasaanku padanya?" Gumun Roni sambil melihat jarum jam di handphone. Kemudian Roni meninggalkan tempat itu untuk kembali keruangan kerjanya. Kepergia Roni di iringi senyuman manis dan anggukan kepala Rita. Tak lama kemudian Rita pun selesai makan lantas ia pun kembali keruangan  untuk melanjutkan pekerjanya.

    Malam telah pun tiba, jarum jam menunjukan angka 21:00 WIB, Rita bergegas pulang. Sesampainya di rumah Rita langsung merebahkan tubuhnya di atas sopa ruang tamu. Itulah kebiasaan Rita setelah menjalankan rutinitas harian nya. Setelah istirahat sesaat Rita pun menuju kamar mandi, guyuran air membuat badan Rita kembali segar, rasa lelah pun tak dirasakan lagi. Selesai mandi Rita pun menuju tempat tidur, akhirnya ia pun terlelap dengan mimpi-mimpi indah.

    ***

    Satu tahun kemudian, perusahan Ardan berkembang sangat baik, pendapatan semakin meningkat. Begitu juga perusahan tempat kerja Rita. Suatu hari Rita di panggil oleh pak Hadi untuk segera ke kantor pusat, hati Rita bertanya-tanya adakah pekerjaan yang ia buat salah atau ada apa, tidak biasanya bosnya ini memanggil mendadak. Pak Hadi adalah seorang manajer yang terkenal sangat ramah dengan karyawan-karyawan nya, selain orang tersukses di kotanya pak Hadi juga terkenal seorang yang dermawan. Rita segera beranjak dari tempat duduk lalu melangkah menuju lift yang tak jauh dari ruangan kerjanya, lantas ia menekan tombol 24. Sesampainya di lantai 24 Rita mengetuk pintu disalah satu ruangan itu, setelah mendapat jawaban dari dalam ruangan, Rita membuka pintu perlahan, dan ternyata Roni dan Wijayanto sudah berada di ruangan itu juga. Kedua rekan kerjanya ini tersenyum melihat kedatangan Rita. Hati Rita semakin risau di buatnya.

    "Silahkan duduk," sapa pak Hadi.

    Rita pun mengambil tempat duduk di sebelah Wijayanto, sedangkan pak Hadi membuka berkas dihadapan nya satu persatu. Ruangan itu hening bagaikan tak berpenghuni, mereka bertiga menunggu apa yang akan disampaikan bos mereka ini.

    "Tuk... Tuk... Tuk..." Tiba-tiba keheningan ruangan itu dikejutkan suara ketukan pintu.

    "Silahkan masuk," suara pak Hadi perlahan.

    Kemudian pintu terbuka perlahan, betapa terkejutnya Rita melihat siapa yang datang. Ya, Ardan lelaki yang tak asing lagi, tapi siapakah wanita cantik di sampingnya ini. Melihat kedatangan Ardan.  Roni, Wijayanto, dan Rita berdiri memberi hormat, begitulan mereka menghormati tamu dan sekaligus orang yang penting dalam perusahaan mereka. Setelah Ardan dan wanita itu duduk, ruangan itu kembali hening. Hati Rita dipenuhi beribu ribu pertanyaan, pertanyaan yang satu belum terjawab kini datang lagi pertanyaan dalam hatinya. "Hmmmm... Apakah dia kekasihnya Ardan? Sungguh beruntung wanita ini," bisikan hati Rita.

    "Rita, tahukah kamu kenapa saya panggil mendadak?" suara pak Hadi ini mengejutkan lamunan Rita.

    Melihat Rita terkejut, mereka yang ada di ruangan itu tertawa bersamaan. Rita tersenyum tersipu, seakan menunjukan rasa malunya sudah di tertawakan bos dan rekan kerjanya juga wanita disamping Ardan. Pak Hadi melanjutkan pembicaraan nya, panjang lebar pak Hadi jelaskan tentang saham perusahaan yang bergabung dengan saham perusahaan Ardan yang berada di Amerika. Kini Rita pun mengerti kenapa ia di panggil mendadak.

    "Saya rasa semua sudah jelas cara bekerjanya, dan pak Ardan pun telah menyetujui, untuk itu saya serahkan penggelolaan saham itu ke Rita, saya yakin, Rita akan mampu membawa saham itu yang lebih baik dari sebelumnya," tegas pak Hadi penuh wibawa.

    "Ya, kami juga yakin Rita akan mampu melakukan hal itu," suara Roni dan Wijayanto persamaan.

    Dan mereka berdua pun berdiri, memberi selamat dan sekaligus semangat ke Rita, tanpa Rita sadari air mata membasihi kedua pipinya, haru, bahagia yang ia rasakan, melihat kedua rekan kerjanya yang selalu memberi semangat pada dirinya. Ardan pun berdiri dari tempat duduk kemudian menghampiri Rita yang masih berdiri tak jauh dari tempatnya.

    "Selamat, saya pun yakin anda mampu menjalankan saham itu dengan baik," kata Ardan sambil mengulurkan tangan.

    "Terima kasih, pak Ardan saya akan berusaha, tidak mengecewakan pak Ardan, bos, juga rekan-rekan kerja saya," kata Rita perlahan sambil menyambut uluran tangan Ardan.

    Tanpa disadarinya mata keduan insan ini peradu, tatapan mata Ardan sesaat membuat hati Rita berdebar, senyuman Ardan menembus ke hulu hati sehingga membuat Rita terpesona dengan adekan itu. Rita segera membuang jauh-jauh rasa itu, dan segera melepas tangan nya sambil melirik ke wanita yang tak jauh dari ia berdiri. Setelah semua selesai di rundingkan maka pertemuan itu pun diakhiri. Kemudian Ardan dan wanita itu pun meninggalkan ruang itu. Pak Hadi, Roni, Wijayanto, dan Rita mengantar tamunya ini, sampai ke pintu litf, sebelum pintu lift tertutup Ardan dan wanita itu melambaikan tangan dengan senyuman di bibir masing-masing. Setelah itu mereka pun kembali ketempat kerja masing-masing.

    Sesampainya di ruangan kerjanya Rita segera melanjutkan pekerjaan nya, selang beberapa jam handphone Rita berbunyi, pertanda ada pesan masuk. Tangan Rita meraih handphone yang tak jauh darinya dan ia terkejut setelah melihat siapa yang mengirim pesan itu.


    Bersambung Mutiara Persahabatan Bagian ketiga

    Salam kreasi dan berimajinasi!










    Tidak ada komentar

    Post Top Ad

    Post Bottom Ad

    Diberdayakan oleh Blogger.