Header Ads

  • Berita Terkini

    Cerbung - Mutiara Persahabatan



    Langkah kaki Rita menelusuri jalan setapak disamping rumahnya menuju halte bis yang memerlukan waktu lima menit berjalan kaki. Langkahnya pelan namun pasti, akhirnya Rita sampai di halte itu. Namun ternyata Rita harus menunggu beberapa menit bis yang akan ditumpangi tiba. Sesekali Rita melihat jarum jam, yang melingkar di tangan kirinya. "Hmmm... Kenapa bis hari ini terlambat ya?" kata hati kecil Rita. Tak berapa lama bis yang ditunggu pun akhirnya tiba, dengan tertib orang-orang yang menunggu di halte itu, naik dengan teratur.

    Rita adalah seorang gadis yang sudah bisa dibilang cukup umur, penampilan kesederhanaan yang Rita miliki ini banyak orang yang mengagumi. Apalagi sikap sopan santun, tanggungjawab, serta disiplin. Juga sesosok wanita, pekerja keras tanpa membuang waktunya dengan sia-sia, lengkap sudah Rita miliki. Tapi entah kenapa Rita masih memilih hidup sendiri.

    Bis yang di tumpangi Rita pun tiba didepan sebuah bangunan megah, dimana Rita menghabiskan hari hari dan waktunya di salah satu ruangan bangunan itu. Dengan penuh hati-hati, Rita turun dari bis yang ia tumpangi. Dengan langkah agak tergesa-gesa Rita memasuki bangunan itu menuju ruangan tempat bekerjanya.

    "Selamat pagi non...," sapa pak Rendi.

    Rita terkejut dengan suara itu. Dengan serta merta Rita menoleh kearah datangnya suara. Betapa terkejutnya Rita ketika melihat seorang pemuda berpenampilan rapi berdiri disebelah pak Rendi. Dengan penuh hormat Rita pun menjawab salam itu.

    "Iya, selamat pagi juga pak," suara Rita pelan sambil melirik ke pemuda disamping pak Rendi.

    "Kenalkan non, bapak ini bernama Ardan, manajer dari perusahaan tehnologi" suara pak Rendi sambil menoleh ke arah pemuda itu.

    "Wow... semuda ini, seorang manajer?" suara hati kecil Rita serasa kagum dengan pemuda dihadapannya.

    "Ardan," pemuda itu mengulurkan tangannya.

    Rita terkejut dan segera menyambut uluran tangan pemuda itu. "Saa.. saya Rita,"

    Setelah berbincang-bincang sesaat, pak Rendi menjelaskan maksud kedatangan Ardan dimana Rita bekerja. Rita pun mengerti dan segera mempersilahkan Ardan masuk keruangan tempatnya bekerja. Sedangkan pak Rendi kembali ke lobi dan melanjutkan tugasnya. Pak Rendi bekerja sebagai satpam yang terkenal sesosok lelaki yang sangat peramah sehingga banyak karyawan perusahan itu akrap dengan nya termasuk Rita. Sesampainya di dalam ruangan Rita mempersilahkan duduk tamunya. Dan kemudian Ardan menyampaikan niatnya untuk kerja sama dengan perusahan dimana Rita bekerja. Ardan memberikan beberapa berkas ke Rita. Dengan penuh teliti Rita membaca satu per satu berkas itu.

    "Terima kasih, dengan tawaran anda, untuk bekerja sama dengan perusahaan anda  pak Ardan. Kami akan mempertimbangkan, dan tentunya hal ini akan saya sampaikan ke atasan saya terlebih dahulu untuk di setujui," tegas Rita.

    Ardan menganggukan kepala pertanda setuju dengan apa yang Rita sampaikan. Kemudian Ardan meminta izin untuk pulang ke perusahaan nya. "Okay, saya tunggu kabar selanjut nya dan senang bisa bertemu dengan anda, nona Rita," Ardan berdiri dari tempat duduknya sambil mengulurkan tangan. Mereka kembali berjabat tangan dan terukir senyuman di bibir masing-masing.

    Sebulan telah berlalu tawaran Ardan telah disetujui oleh atasan Rita. Kini mereka berdua bekerja sama mengelola perusahan itu. Sikap Ardan yang peramah ini, membuat Rita senang bekerja sama dengan Ardan. Bahkan mereka seperti sudah lama kenal. Meskipun Ardan seorang manajer tapi ia tak pernah membeda-bedakan, bahwa dirinya seorang yang memiliki kedudukan tinggi. Ide demi ide yang Rita miliki tak ada habisnya, hal ini yang membuat atasan Rita semakin mengagumi cara Rita bekerja, bahkan diam-diam Ardan pun kagum melihat ketangguhan Rita bekerja seakan tak ada rasa lelah yang Rita rasakan.

    Jarum jam menunjukan pukul 17:35 WIB, Rita berdiri dari tempat duduknya kemudian merentangkan tangan nya untuk melepas kepenatan jari jemari yang hampir seharian tak berhenti bergerak. Kemudian Rita pergi ke kantin sesampainya di kantin Rita memilih duduk di sudut ruangan, seperti biasa Rita memesan makanan dan minuman. Sambil menunggu pesanan siap, Rita menyandarkan kepala dikursi sambil mendengarkan lagu dari ponselnya.

    Hadirmu hanya sekilas dihidupku namun meninggalkan luka tak terhapus oleh waktu

    tertawa hanya tuk tenangkan jiwa namun yang kurasa hampa semua hilang tak tersisa

    bayangkan rasakan bila semua berbalik kepadamu bayangkan rasakan bila kelak kau yang jadi diriku

    Lagu bayangkan rasakan yang di nyanyikan oleh Maudy Ayunda ini membuat Rita mengikuti lantunan lagu itu. Suara lirih Rita ini membuat seorang pemuda yang duduk tak jauh dari tempat duduk Rita tersenyum mendengarnya.

    Salam kreasi dan berimajinasi!

    Tidak ada komentar

    Post Top Ad

    Post Bottom Ad

    Diberdayakan oleh Blogger.