Home Top Ad

Kerinduan Dina

Share:


Kerinduan Dina



Rintik hujan turun dengan tenangnya ketika mobil Cayla putih melaju pelan menuju bandara Sukarno Hatta. Dina melirik ke arah Indra yang fokus dengan setir mobilnya. Sejenak ditatap wajah Indra dan kemudian Dina menundukan kepala, menyembunyikan butiran kristal yang ke luar dari kedua matanya.

"Bagaimana perasaan, setelah bertemu keluarga, dan bermalam di rumahku?" pertanyaan Indra pelan dan mampu mengejutkan Dina.

"Senang." jawab Dina pelan.

"Awalnya ragu'kan?" Indra kembali bertanya.

Dina hanya menganggukan kepala, kemudian tersenyum. Jari lentiknya mencubit pipi Indra. Kemudian keduanya tersenyum bahagia.

Sesaat kemudian mobil yang dikemudi oleh Indra berhenti di terminal 1 bandara Sukarno Hatta. Dina bergegas turun dari mobil dan mengambil barang bawaannya, sedangkan Indra membawa mobilnya menuju tempat parkir.

Dengan langkah yang tenang Dina melangkah untuk cek in, setelah selesai Dina pun kembali keluar menemui Indra yang menunggu di ruang tunggu. Kembali Dina menyembunyikan butiran kristal yang keluar dari kedua matanya. Rasa berat ketika ia akan meninggalkan kekasih hatinya. Dicium tangan Indra dengan penuh kasih sayang begitupun Indra mencium pipi Dina tanpa menghiraukan orang-orang di sekitarnya. Kemudian mereka berdua pun berpisah.

○○○


Pesawat terbang Eva Air dengan nomer BR0238 telah lepas landas. Dina yang duduk di kursi nomer 28F memejamkan mata, kepalanya di sandarkan, angannya menerawang lepas. Liburan kali ini memang menumbuhkan kesan yang sangat mendalam bagi diri Dina. Bagaimana tidak, selain bisa bertemu dengan keluarganya, Dina bisa bertemu dengan kekasih hati, sambutan dari kedua orang tua maupun keluarga Indra kekasihnya sangat baik. Tak seperti dalam angan dan keraguan Dina saat itu.

Dina tersenyum, lalu membuka mata diambilnya Smartphone dari dalam tasnya. Lalu Dina pun membuka galeri Smartphone, ada banyak kenangan di dalamnya. Dari kenangan bersama teman-teman yang Dina jumpai, kenangan bersama keluarga, pertemuan singkat, tapi membawa kesan yang cukup menarik bagi Dina. Terakhir kali Dina melihat foto-foto yang diambil satu hari sebelum mengakhiri liburannya. Diusap layar Smartphonenya dan dari bibir mungilnya terucap pelan. "Aku akan merindukan dirimu, sayang...!"
Advertisement

5 komentar:

  1. Pesawat pun mulai Naik meninggi Dina pun kembali melamun dikursi pesawat yang ia tumpangi.

    Ia pun kembali mengingat sewaktu kopdar diwarung pojok bersama Dono.

    Seorang pria imut namun amits, 😱😳 yang tinggal dikawasan Jakarta Selatan.. Dono selalu membuatnya tersenyum dan terpingkal-pingkal.😱😱😳😳😳

    Nggak nyambung yaa!!... Gw Kabuurr aahh!!.πŸ˜‚πŸ˜‚πŸ˜‚πŸš΄πŸΎπŸšΆπŸΎπŸš΅πŸΌπŸš΅πŸΌπŸš΄πŸΎ

    BalasHapus
    Balasan
    1. Hahaha.., disaumbungi saja, mas jangan ditinggal kabur πŸ˜€

      Hapus
  2. Wew, kisah yang menarik, beruntung sekali indra ya.. 😁

    Lama tak posting kemana saja nih..πŸ˜‚

    BalasHapus
    Balasan
    1. Betul Indra beruntung.. hehe

      Anu, mas lama nggak posting ditinggal tanam padi πŸ˜€

      Hapus