Home Top Ad

Apa Manfaat Membaca Karya Sastra?

Share:
"Apa sih manfaat membaca novel, puisi, cerpen dan bentuk-bentuk karya sastra lainnya? Alaah, kamu ini seperti tidak ada kerjaan lain saja."  Kata-kata itu mungkin pernah kita dengar bahkan kita pernah dapat teguran.



Ya! Tentu, yang tidak sependapat dengan hal itu, jika kita sama-sama peminat karya sastra. Mungkin kata-kata di atas hanya bagi mereka, yang peminat majalah, tabloid, koran dan menempatkan sebagai buku bacaan dalam hidupnya. Lebih gampangnya, kita sebut saja mereka hanya tidak berminat membaca karya sastra ( novel, cerpen, puisi dll ) itu saja.

Jadi, intinya kita tidak perlu merasa resah, risau, gundah gulana, jika ada yang mengomentari selera baca yang kita miliki. Membaca tabloid, koran dan majalah memang memberi manfaat mendapat informasi yang aktual. Lagi pula, kita memang perlu update perkembangan peristiwa-peristiwa aktual yang terjadi di sekitar kita. Nah, jika kalian termasuk peminat karya sastra, di samping gemar membaca media masa, maka  akan memiliki  nilai tambahan tersendiri. Sebab, baik itu koran majalah, tabloid dan karya sastra ( cerpen novel, puisi dll ), tentu saja sama-sama diolah dari berbagai peristiwa yang berada di sekitar kita.

Hanya saja dari segi gaya penulisan, karya sastra memiliki perbedaan yang mendasar dibanding gaya penulisan yang digunakan di dalam tabloid, koran dan semacamnya. Dengan begitu, kita tidak perlu malu, bahwa ternyata membaca karya sastra bukanlah sesuatu yang tidak ada manfaatnya. Banyak pelajaran yang bisa kita ambil dari kisah yang diangkat di dalam novel, cerpen dan puisi. Dan di bawah ini beberapa manfaat membaca karya sastra.

1. Mendapat  kepuasan batin

Seorang penulis tentu mengendalikan emosi pembaca ketika membaca karyanya. Melalui untaian kata, juga rentetan kisah para tokohnya, emosi pembaca dibawa naik turun, dilemparkan, dan terkadang disakiti. Penulis yang baik, akan sangat  tahu bahwa untuk mempertahankan agar tulisanya tetap berada di tangan pembaca, dari halaman pertama hingga terakhir, (tidak dibaca sekilas, atau dibaca judulnya saja, bahkan ditinggal lari ), maka penulis pun  mengikat pembaca dengan caranya tersendiri.

Hal ini kadang akan menyedot segenap konsentrasi pembaca untuk melihat, merasakan, dan tak jarang diseret masuk ke dalam kisah yang dialami oleh tokoh. Kemudian begitu pembaca tahu bahwa misal; kebenaran selalu menang, maka semua emosi pembaca yang campur aduk tadi mendapat sebuah kompensasi berupa kepuasan batin yang luar biasa melalui ending atau penuntasan cerita yang bagus oleh si penulis.

2. Memperhalus perasaan dan memberikan pelajaran pada realita kehidupan

Jadi begini, lewat rangkaian kisah di dalam novel cerpen dll, kita ( pembaca ) dibawa untuk mengerti tentang sebuah nilai yang begitu luhur, yaitu memaknai realita kehidupan. Maka kadang secara tidak sadar dibuat  menangis, terharu, dan gembira atau bahkan jingkrak-jingkrak kegirangan. Terbukti kita dilatih untuk memperhalus perasaan untuk lebih peka dan bisa menempati kepada kehidupan di sekitarnya.

3. Memberikan pengetahuan

Tidak cuma baca koran, tabloid, atau buku pengetahuan saja yang memberikan pengetahuan yang sangat luas. Tapi fenomena-fenomena alam yang dipaparkan dalam novel, cerpen dll, juga bisa bikin kita gemas. Sehingga jadi tambahan pengetahuan kita akan bidang yang sesuai dengan apa yang dituliskan oleh si penulis.

4. Menghilangkan stres

Melaui membaca karya sastra, kita bisa terlepas dari beban hidup, karena mendapat tempat untuk kopensasi, sehingga timbul perasaan baru yang lebih positif untuk dimanfaatkan dalam menempuh kehidupan nyata.

Sebenarnya masih banyak lagi manfaat membaca karya sastra, dan siapa yang mau menambahi silahkan menuliskan opini di kolom komentar.

Hanya yang perlu diklasifikasikan, bahwa kami tidak mengatakan membaca atau mengikuti info melalui media, koran, tabloid dan semacamnya itu, tidak ada gunanya. Tentu saja itu semua ada manfaatnya, cuma kalau ditambah kita juga hobi membaca karya sastra, tentu akan mendapat manfaat dobel.

Baiklah, sekali lagi, membaca karya sastra itu tetap ada manfaat yang didapat jadi tidak perlu minder kalau kita memang suka baca novel dan cerpen. Seperti halnya saya sendiri yang memiliki hobi membaca dan menulis, tak harus malu jika setiap hari minggu harus pergi ke perpustakaan untuk meminjam buku cerita. Mungkin ada yang tanya kenapa saya memilih perpustakaan dari pada  toko buku. Di perpustakaan membaca berbagai buku gratis, sedangkan toko buku saya harus keluar isi dompet. Nah, kesimpulannya kita tak harus malu dengan hobi kita membaca karya sastra, karena hal itu kita akan dapat manfaat tersendiri dari membaca.
Advertisement

37 komentar:

  1. membaca kok malu,
    seharusnya malu jika malas membaca, hehe
    entah itu komik, cerpen, novel, yang jelas bisa menjadi kebiasaan membaca.
    jarang lo yang hobi membaca, ia kan mbk? hehe

    BalasHapus
    Balasan
    1. Ada kok mbak Amel yang malu, jika selera bacanya dikomentari orang, soalnya sering ada yang curhat ke saya. hehe

      Hapus
    2. untung curhatnya ke mbk Lisa, nggak salah deh pilih teman curhat, hehe

      Hapus
  2. Aku termasuk yang tidak begitu ambil pusing orang betkomentar tentang apa yang aku baca
    koran aku baca, sambil menikmati sarapan pagiku
    tabloid aku baca, aku butuh info yang sdg trend ttg kesehatan, kuliner
    novel, cerpen dan sejenisnya aku baca utk memuaskan energi bacaku, hnya kdg waktu yg membatasi, satu novel bisa dua minggu baru tamat, tp aku menikmatinya saja

    ayo biasakan membaca akan banyak manfaat yg di dpt dari membaca

    BalasHapus
    Balasan
    1. Mari, mbak Maya, dengan meningkatkan membaca maka akan bertambah wawasan. hehe

      Hapus
  3. Aku jg sering tuh mbak ditegur "baca buku mulu, ngapain sih suka baca novel gituan mending main" tapi aku sih cuek aja. Waktunya main ada sendiri, waktunya ngerjain tugas ada sendiri. Yang namanya hobi selama nggak merugikan kan nggak masalah.

    Btw itu lg di toko buku apa koleksi buku mbak Lis?

    BalasHapus
    Balasan
    1. Betul, sist Eva, hobi itu meski ada yang mencibir tak peduli, la namanya hobi.. hehe

      Itu saya di perpustakaan kok, sist, koleksi buku, saya setiap minggu hanya meminjam 3 buku, satu cerpen, satu Fashion dan satu lagi buku mengulas tentang karir.

      Kalau koleksi buku yang membeli saya koleksi buku dari penulis Nora Roberts dan Dean Koontz, entah kenapa novel yang mereka tulis menyimpan arti yang mendalam tentang kehidupan. Tak bosan membaca berulang kali, sehingga sangat ingin koleksi novelnya.

      Hapus
  4. yang namanya membaca pasti bermanfaat, bisa menambah wawasan .. kalo sekarangsi aku lagi suka banget baca kamus, eh:D

    BalasHapus
    Balasan
    1. Baca kamus itu malah baik mas, ngeeti bahasa asing. hehe

      Hapus
  5. iyahh mba pastinya banyak manfaatnya apalagi saya suka baca-baca diperpus kampus yang tentunya banyak sekali wawasan yang kita dapatkan..

    BalasHapus
    Balasan
    1. Betul, mas, selain dapat wawasan pun dapat ide dan inspirasi. hehe

      Hapus
  6. bagi saya mah membaca karya sastra itu mengasah hati dan pikiran, semakin banyak baca sastra semakin jiwa dan raga kita terbentang luas dalam menyongsong hari...suwertekewerkewer deh

    BalasHapus
    Balasan
    1. Menyongsong hari saat akan senja ya, mang.. wkwkwk

      Hapus
  7. Kalo buat aku sendiri baca karya apapun itu, bikin ide2 muncul di kepala :)
    JAdi leih semangat buat berkarya :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. Betul itu mbak Wahyu, dengan membaca ide mengalir dan bisa berkarya tanpa batas. hehe

      Hapus
  8. ilmu yg saya ambil dari membaca sastra adalah teknik menulisnya, coba perhatikan tulisan di blog saya. beda beda tipis kan? setipis silet?

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya beda tipis apa lagi saat menjabarkan bisnis online meraup dollar, mas Intan.. hehe

      Hapus
  9. Membaca karya sastra sangat berguna untuk menambah perbendaharaan kata. Walaupun kita bukan seorang pujangga yang pandai merangkai kata,'pinjam kata-kata Jambrud' akan tetapi banyak makna yang tersirat dalam tulisan sebuah sastra baik puisi, cerpen atau pantun.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Setuju, semua ada hikmah yang dapat diambil. hehe

      Hapus
  10. Betul sekali mbak dengan membaca karya sastra bisa membuat kita menjadi gemas dan ikut masuk ke dalam topik pembahasannya. nah disitulah kita akan dapatkan pelajaran yang mungkin belum kita miliki

    BalasHapus
    Balasan
    1. Yupz dari cerita yang kita baca pelajaran pun kita dapatkan. hehe

      Hapus
  11. ea bner mbak, apa lagi novel atau cerpen yang di bumbui humor, selain membacax asik, juga bisa menghilangkan stres.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya, mas, karena dengan humor pikiuran bisa santai lagi.. hehe

      Hapus
  12. Yang pasti pengetahuan kita makin luasss aja ya kan Mba Lisa..hhee

    BalasHapus
  13. bagi para blogger, membaca jadi suatu kewajiban. selain bisa mendapatkan ide, cari inspirasi, dan akan lebih bermanfaat lagi bila di bagikan ke publik.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Yupz, dari membaca bisa membuat artikel. hehe

      Hapus
  14. Seharusnya kita harus malu ketika kita malas membaca.. Namun ketika kita semangat membaca malah Di Malu malu in orang lain. Di situlah terkadang saya Hermannnn.. Masih ingat aku ngak mbak'e nel 😂😂😂😂

    BalasHapus
    Balasan
    1. Hehehe.. ya itulah mas kadang bikin nyesek. hehe

      Masih dunk, masa saya lupakan kamu.

      Hapus
  15. Menulis dan embaca karya sastra memang banyak manfaatnya, poin no. 1 dan no. 4 terutama.

    Dulu sih waktu masih muda saya suka bngt baca karya sastra terutama cerpen, bahkan pernah bercita-cita pengen jadi penulis, tapi gak kesampaian.. akhirnya sekarang jadi penulis blog, Alhamdulillah... sudah cukuplah... :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. Jadi penulis nggak kesampean nggak masalah yang penting sekarang menulis di blog dollar pun mengalir. 😀

      Hapus
  16. Justru yg tidak baca itu harus malu mbak 😁 membaca kan salah satu ibadah, menuntut ilmu, mendapatkan pelajaran. Usahakan baca yg baik" saja tp ya biar tujuannya ke arah yg baik juga 😁

    BalasHapus
    Balasan
    1. Benar sekali, dengan membaca wawasan bertambah, ya mbak. hehe

      Hapus
  17. Hehehe... Aku pernah mendapatkan kata2 seperti di atas karena hobiku yg suka membaca cerpen dan puisi.
    Bahkan ada yg bilang nggak suka dg blogku karena isinya cuma karya sastra.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Hahaha, mungkin mereka kurang minum kopi, kang Djacka.

      Hapus
  18. mungkin aku generasinya Base Jam kali ya Lis..? yang punya lagu Bukan Pujangga itu lho.? ya memang aku suka nulis2 puisi dan sketsa hati.., tapi kalau soal membaca semua aku suka, terutama berita.

    BalasHapus