Header Ads

  • Berita Terkini

    Prioritas Diri Sendiri Jauh Lebih Penting

    Prioritas Diri Sendiri Jauh Lebih Penting

    Berada dalam dunia yang super sibuk, kamu harus tetap memprioritaskan diri sendiri. Jangan sampai kamu justru mengabaikan diri kamu karena jam kerja yang padat. Ini bukan hanya akan merugikan diri kamu, tapi juga pekerjaanmu, karena jika kamu terlalu fokus pada pekerjaan kamu tanpa memikirkan diri sendiri, kamu akan mengalami stres berlebih dan pasti akan berdampak pada pekerjaan kamu. Oleh sebab itu prioritaskan kebahagian diri kamu, dengan demikian kamu akan bisa bekerja lebih maksimal dan lebih bahagia. Jadi perlu keseimbangan antara pekerjaan dan diri sendiri.

    Memprioritaskan diri sendiri bukan berarti kamu mengabaikan tanggung jawab serta orang-orang di sekitar kamu. Kamu harus tetap melakukan apa yang menjadi tanggung jawab kamu, pekerjaan misalnya. Selain itu kamu juga jangan sampai mengabaikan orang-orang di sekeliling kamu, kamu tetap harus memperhatikan mereka meski kebahagiaan kamu adalah prioritas utama.

    Setidaknya ada 6 hal yang menunjukan bahwa kamu belum memprioritaskan diri kamu. Berikut ke enam hal tersebut.



    1. Mengabaikan kebutuhan dasar

    Setiap hari mungkin kamu tidak melihat masalah pada hal ini. Namun mungkin kamu sering terlambat sarapan pagi, dan ini sudah menjadi kebiasaan. Tahukah kamu bahwa sarapan di pagi hari adalah salah satu kebutuhan dasar, karena sarapan akan memberikan kamu energi lebih untuk menjalani rutinitas. Jika kamu sering terlambat melakukannya, itu bisa menjadi tanda bahwa kamu telah melupakan kebutuhan dasar diri kamu.

    Kamu juga sering kurang tidur karena melakukan hal yang "kurang penting" di jam tidur yang seharusnya. Ini juga menandakan kamu mengabaikan kebutuhan dasarmu. Saat kamu sering terlambat makan dan kurang tidur, kamu tidak akan bisa bekerja dengan baik. Sayangnya banyak orang sering melakukan ini untuk tujuan mendapatkan hasil yang maksimal untuk berkerja.

    Kebutuhan dasar seperti makan dan tidur sangat penting untuk diperhatikan. Kedua kebutuhan dasar tersebut akan membuat kamu lebih produktif dalam berkerja. Jika kamu mengabaikannya, dan fokus pada pekerjaan. Bukan hasil meksimal yang akan kamu dapat.

    2. Kamu selalu diatur

    Selain mengabaikan kebutuhan dasar, selalu diatur juga menjadi tanda bahwa kamu belum bisa memperhatikan diri sendiri. Kamu memang harus mengikuti intruksi atasanmu, namun kamu harus tahu kapan waktu kamu diatur dan tidak. Hidupmu bukan soal pekerjaan saja, kamu juga perlu waktu untuk keluarga dan menjalankan kegiatan yang kamu suka.

    Kamu bukanlah robot, kamu harus bisa mengambil inisiatif. Jangan selalu menggantungkan diri pada orang lain sehingga selalu diatur, atau justru minta diatur karena tidak brani mengambil inisiatif. Yang jelas kamu bukanlah robot, kamu harus bisa mengambil inisiatif untuk menjalankan kegiatan lain dan istirahat.

    3. Kamu selalu melakukan sesuatu demi orang lain

    Percaya atau tidak, bahwa saat kamu melakukan segala sesuatu demi orang lain, kamu telah mengabaikan kebutuhan dasar hidup. Kamu memang berkerja untuk orang lain, tapi tidak selalu yang dilakukan adalah demi orang lain. Kamu perlu memberikan sesuatu pada diri kamu.

    Saat kamu mengabaikan hal ini, kamu justru menyiksa diri kamu. Ini bahaya, suatu saat kamu akan merasa bosan dengan semua yang kamu lalukan. Yang lebih berbahaya lagi kamu malas melakukan pekerjaan dengan baik, tentu kurang baik untuk perjalanan karir kamu kedepannya.

    Yang terbaik adalah dengan mengikuti aturan kerja dan tidak mengabaikan diri sendiri. Jangan selalu tergantung pada orang lain. Ambilah inisiatif yang menurut kamu yang terbaik, jika ragu karena mengambil keputasan besar, konsultasikan pada atasan kamu. Biar bagaimanapun kamu, masih perlu bantuan orang lain tanpa tergantung pada diri mereka.

    4. Kamu kehilangan komunikasi dengan keluarga dan teman

    Coba ingat kembali kapan terakhir kali kamu bercengkrama bersama keluarga atau teman-teman kamu. Ini juga menjadi salah satu tanda bahwa kamu telah kehilangan kebutuhan dasar dalam hidupmu. Berkumpul dan berbincang bersama keluarga atau teman adalah cara sederhana melakukan perawatan diri yang sangat efektif.

    Bila kamu terlalu menghabiskan banyak waktu untuk menjalankan pekerjaan, kamu akan merasa stres. Untuk itu, cobalah ambil sedikit waktu untuk berkumpul bersama dengan teman-teman atau keluarga. Bekerja memang sangat penting, ini adalah sebuah kewajiban terlebih bagi yang telah berumah tangga. Namun menghabiskan seluruh waktu yang dimiliki adalah kesalahan patal dalam perjalanan karir. Kamu perlu waktu untuk menghilangkan penat di dalam diri.

    5. Lupa saat terakhir memiliki kesenangan

    Jika kamu benar-benar tidak ingat saat pertama kali kamu memiliki kesenangan, ini menandakan kamu belum bisa memberikan perawatan pada diri sendiri. Ini sangat bahaya dalam jangka panjang, cobalah luangkan waktu untuk melakukan apa yang kamu sukai dan membuat kamu bahagia. Seminggu sekali menjalankan hobi tidak masalah bukan.

    6. Kamu merasa tidak menjadi diri sendiri

    Saat kamu telah merasa bahwa kamu sudah tidak menjadi diri sendiri, itu tanda yang sangat jelas bahwa kamu perlu meningkatkan prioritas perawatan diri. Kamu terus berpura-pura, berusaha menjadi lebih baik sangat penting. Namun melupakan diri sendiri juga merupakan tindakan yang patal. Idealnya, kembangkan kempuan namun tetap menjadi diri sendiri.

    Mengabaikan prioritas diri dapat menyebabkan kamu melupakan siapa kamu. Lupa impian dan tujuan hidup yang pernah kamu harapkan dulu. Ini sangat menyedihkan. Saat kamu seharusnya bisa bersenang-senang, justru kamu merasa stres dengan kehidupan yang kamu jalani, karena tidak pernah melakukan perawatan diri atau mengabaikan prioritas diri sendiri.

    15 komentar:

    1. Pasti sangat menyedihkan kalau sampai mengabaikan kebutuhan pribadi karena sibuk memprioritaskan kebutuhan orang lain, peduli itu penting tp tdk dg mengabaikan kepentingan diri sendiri

      BalasHapus
    2. Semua point diatas ada pada diriku.. -_)

      BalasHapus
    3. Harus balance, antara kepentingan sendiri dan orang banyak

      BalasHapus
    4. Bener banget mbak, saya juga termasuk yang seperti itu
      karena tuntutan pekerjaan yang padat. terkadang lupa mengurus diri dan kesehatan
      perdana mampir disini
      salam kenal mbak

      BalasHapus
    5. Saya setuju sekali mba. Karena hidup itu kita sendiri yang menjalaninya, bukan orang lain.

      BalasHapus
    6. Mungkin harus seimbang ya. Benar kita harus melakukan tugas kita sebagai pekerja. Tetapi kita juga harus memperhatikan diri kita. Jangan sampai hanya fokus ke pekerjaan, tetapi lupa ngopi. Haha

      BalasHapus
    7. Baiknya harus adil ya, Teh, gak melulu memikirkan orang lain ataupun diri sendiri pun kurang baik..

      BalasHapus
    8. dari penjabarannya maka prioritas diri sendiri ternyata banyak terabaikan sebab karena kita lebih banyak berkutat demi orang lain dan tenggang rasa, maka mulai saat setelah baca artikel ini, saya mau egois ah

      BalasHapus
    9. hidup di dunia kerja memang sangat menggalaukan apalagi kalau sudah dihadapkan dengan kepentingan sendiri....

      BalasHapus
    10. Membahagiakan orang lain itu baik, tapi jangan lupa untuk bahagia.... So Prioritaskan sesuai takarannya....

      BalasHapus
      Balasan
      1. membahagiakan orang lain itu harus, tapi semampunya dan bahagia itu sederhana ya di. karena tidak menuntut lebih untuk bahagia dan akan menjadi luar biasa ketika bahagia itu kita syukuri.

        kalau mang lembu sih membahagiakan orang lain udah sering ya mang. asal jangan nambah orang rumah aja mang dengan alasan membahagiakan orang lain. heeee

        Hapus
    11. Iya bener. Jadi kita sebagai istri terkadang perlu rajin mengingatkan pak suamo ketika sibuk. Daripada nanti berakhir dengan sakit ya mba karena bgitu sibuk dan mngabaikan kbutuhan diri

      BalasHapus
    12. intinya tidak boleh zolim kpd diri sendiri ya,,,,

      BalasHapus
    13. Betul sekali. pentingkan dulu diri kita

      BalasHapus
    14. prioritas untuk mencoba baik dan terus berbenar untuk baik mang. semoga bisa. amin

      BalasHapus

    Post Top Ad

    Post Bottom Ad

    Diberdayakan oleh Blogger.