Header Ads

  • Berita Terkini

    Cinta Terhalang oleh Jarak



    Cinta Terhalang oleh Jarak

    Berawal dari telpon salah sambung Dinda dan Roni menjadi sahabat yang saling mengerti, saling berbagi dikala suka mau pun duka. Kebetulan hobi mereka pun sama jalan-jalan ke pantai dan nonton. Mereka sering pergi bareng, makan bareng, kadang kalau ada waktu luang Roni menyempatkan main ke rumah Dinda.

    Keluarga Dinda sudah menggangap Roni seperti keluarga sendiri. Di depan rumah Dinda ada taman kecil yang ditanami berbagai macam bunga, suasana sejuk dan nyaman. Roni dan Dinda selalu duduk di kursi kayu yang ada di tepi taman, sambil ngobrol dan cerita. Hari-hari mereka lalui bersama, Dinda dan Roni saling mengerti dan memahami satu sama lain.

    Pada suatu ketika Dinda memiliki hobi baru, Roni pun tak mau ketinggalan mengikuti hobi baru yang Dinda miliki. Dari hobi baru itu Dinda dan Roni semakin dekat. Entah siapa yang memulai benih-benih cinta mulai tumbuh di antara mereka berdua. Tepat di hari ulang tahun Dinda, di depan orang tua serta teman-temannya, Roni mengatakan isi hatinya, Roni ingin menjadi kekasih serta sekaligus sahabat sejati Dinda. Alangkah terkejutnya Dinda saat itu, ternyata Roni juga merasa apa yang Dinda rasakan. Kini Roni dan Dinda menjadi sepasang kekasih yang selalu menemani.

    Semua masih sama seperti yang dulu waktu Dinda dan Roni masih menjadi sahabat. Mereka selalu jalan berdua, suasana kebersamaan mereka tak pernah berubah malah semakin mesra. Pernah suatu ketika, suwaktu mereka jalan-jalan ke taman pada sore hari, melihat suami istri beserta anaknya sedang bermain dan bercanda.

    Roni bertanya kepada Dinda "pernahkah kau bermimpi atau berangan-angan sesuatu saat nanti kita bisa memiliki keluarga yang harmonis, seperti itu sayang?"

    "Iya tentu, sayang! Aku selalu iri bila melihat mereka, kapankah kita bisa seperti mereka?" Dinda berbalik bertanya dengan nada rendah.

    "Semoga Allah akan segera menjawab semua doa-doa kita sayang." Jawab Roni sambil memeluk Dinda erat.

    "Amin...! Ucap Roni dan Dinda secara bersamaan.

    "Eeh.. Itu anak kecil, lucu banget." Ucap Roni sambil jari telunjuknya diarahkan pada anak-anak yang sedang bermain kelereng.

    "Lucu siapa, aku apa dia?" sela Dinda sambil berdiri dari tempat duduknya.

    Belum sempat Roni menjawab apa yang Dinda tanyakan, Dinda sudah pun berkata "pulang yuk matahari sudah mulai tenggelam."

    ◎◎◎


    Malam semakin larut namun Dinda masih saja belum bisa tidur, terbayang akan kejadian tadi sore, begitu juga dengan Roni. Dinda mengambil ponselnya lalu mengirim emot love kepada Roni. Selang beberapa menit Roni pun membalas dengan emot yang sama.

    Hening.

    Hanya terdengar sesekali hembusan angin malam yang menerobos dari sela-sela cendela kamar Dinda yang terdengar. Begitulah hari-hari Dinda dan Roni hingga pagi pun menjelang lagi.

    Mentari pagi malu-malu menampakan sinarnya, laju mobil yang di kemudi Roni perlahan melaju di jalan raya. Sesampai di kantor tempat ia bekerja Roni memarkir mobilnya kemudia bergegas menemui atasannya. Senyum Roni terukir begitupun atasan Roni. Kemudian keduanya berbincang-bincang, Roni manggut-manggut seakan mengerti apa yang dijelaskan atasannya. Karena ada sekripsi baru dari kantor tempat Roni bekerja, terpaksa Roni harus pindah kantor di luar kota, sesuai perintah atasan.

    Dinda yang mendengar Roni mau dipindah kerja keluar kota selama satu tahun, dengan hati terpaksa pula merelakan kekasih hatinya untuk menjalankan tugas di luar kota. Dengan semangat yang Dinda berikan akhirnya Roni pun meninggalkan kota kelahiranya menuju tempat kerja yang baru.

    Meskipun terpisah jarak Roni dan Dinda setiap hari selalu berkomunikasi dengan lancar. Di tempat kerja yang baru Roni dikenal ramah dan tidak memilih-milih dalam berteman, sehingga Roni cepat terkenal. Hingga ada cewek bernama Mona, teman satu kantor Roni yang diam-diam menaruh hati kepada Roni.

    Memang Roni mempunyai wajah yang tanpan dengan tinggi 175 cm dan berkulit putih, ramah dan sopan pasti cewek yang melihatnya akan tertarik. Sampai suatu ketika Mona tanpa ragu menyatakan isi hatinya ke Roni. Namum dengan sopan dan nada yang datar Roni menolaknya, karena Roni telah mempunyai seorang kekasih hati. Roni akan tetap setia pada Dinda meski jarak telah memisahkan untuk sementara waktu. Mona yang mendengar jawaban dari Roni sangat kecewa, dengan berbagai cara Mona selalu mengoda Roni, tapi usaha Mona selalu gagal.

    ◎◎◎


    Hujan yang sangat deras di malam hari membuat Roni susah tidur. Roni teringat kekasih hatinya yang jauh disana. "Dinda sayang... cinta dan sayangku hanya untukmu. Ya Allah kuatkanlah hatiku untuk tetap menjaga cinta ini. Jauhkan dari segala godaan.. Amin" kata hati Roni dan tak lama kemudian Roni pun terlelap dalam buaian mimpinya.

    Sementara itu Dinda pun merasa gelisah ada yang kurang nyaman ia rasakan, kekhawatiran akan kehilangan kekasihnya selalu datang. Meski setiap hari bisa berkomunikasi dengan lancar dan tak ada perubahan dari sikap Roni. Dinda berusaha menepis rasa itu dan percaya sepenuhnya bahwa cintanya kepada Roni akan dipersatukan pada saatnya nanti.

    Kalimat Roni selalu terngiang sehingga dapat memperkuat rasa cinta Dinda ke pada kekasihnya "Dinda sayang... Kita telah bersatu, sama dalam jiwa tak akan yang bisa memisahkan kita, meski saat ini kita berjauhan. Jarak bukan penghalang cinta kita tumbuh, tapi dengan jarak ini, cinta kita akan bersemi dan berbunga indah."

    "Ahhhh.... Dinda mendesah dan perlahan memejamkan mata, seakan ia merasakan sentuhan hangat dari Roni.



    Karya : Lisa Nel
    Cerita : Fiksi
    (tw.02.10.17)

    4 komentar:

    1. Semoga cinta kedua anak manusia ini menjadi satu, walau bejauhan tapi tetap menyatu.

      BalasHapus
    2. Setuju, jarak tak jadi masalah ada saja cara Allah untuk mendekatkan hati yang sudah terpaut bila itu jodoh

      BalasHapus

    Post Top Ad

    Post Bottom Ad

    Diberdayakan oleh Blogger.