Header Ads

  • Berita Terkini

    Perjalanan ke KDEI, Dompet Menjerit

    Bangun pagi menjadi rutinitas sehari-hari saya, karena harus bekerja pagi dan menjadi kuli di perusahaan asing. Semua aktifitas tersebut saya nikmati seperti halnya menikmati secangkir kopi setiap hari.

    Akan tetapi ada yang berbeda pada perjalanan pagi ini, karena aktifitas pagi ini bukan untuk bekerja, melainkan untuk memperpanjang paspor di KDEI, yang masa berlakunya hampir habis. Ada yang belum tahu arti KDEI..?

    KDEI itu kepanjangan dari Kantor Dagang dan Ekonomi Indonesia. Kantor ini terletak di kota Neihu District - Taipei-Taiwan. Kantor tersebut sebagai tempat kami mengurus berbagai surat dan dokumen resmi para pekerja di luar negeri. Perjalanan kali ini cukup jauh, oleh karena itu saya harus berangkat agak pagi agar datang tepat waktu pada acara pengambilan foto dan mengurus beberapa surat dokumen di tempat tersebut.

    Secara kebetulan tempat saya bekerja berada di wilayah selatan di kota Taichung dan tempat yang akan saya tuju berada di wilayah utara yaitu kota Taipei. Sudah bisa dibayangkan bukan jauhnya? Belum lagi jumlah biaya transportasinya dan saya cuma bisa berharap agar dompet tidak sampai menjerit ha..ha..ha..!

    Untuk mengawali perjalanan ini saya memilih untuk naik bus terlebih dahulu menuju Stasiun Kereta Cepat. Karena jarak tempuh dengan Kereta Cepat ini bisa 4x lipat harganya dari harga bus antar propinsi, dan tentunya dengan biaya yang bikin dompet sedikit menipis.



    Bila menggunakan kereta cepat membutuhkan waktu hanya 45 menit menuju kota Taipe. Akan tetapi bila menggunakan bus antar propinsi maka jarak tempuhnya 5 jam baru sampai di kota Taipei. Tentunya saya bisa terlambat bila menggunakan bus.

    Tidak disangka sesampainya di Stasiun Kereta Cepat, saya bertemu teman-teman yang juga ingin memperpanjang paspor. Dan akhirnya kami pun jalan bersama dan tak lupa berselfie ria sebagai penyambung rasa kebersamaan satu bangsa.



    Berbagi cerita dan pengalaman bekerja di luar negeri tentu bisa menambah dan memperkuat tali silaturahim kami sebagai sesama pekerja. Baik itu cerita sedih, galau, lucu, aneh maupun bahagia kita bagi dan tuangkan semua.

    Sungguh senangnya bisa bertemu saudara satu bangsa dan berbicara dengan bahasa Indonesia dan Jawa yang sudah mulai sedikit kaku dan banyak kosa kata yang sudah mulai terlupa. He..he.. Maklum karena bahasa sehari-hari kami menggunakan bahasa Mandarin.

    Rasa persaudaraan kami disini lebih kuat ketimbang di tanah air itu sendiri yang terkadang saling tikam sesama saudara, bahkan ada yang seperti pagar makan tanaman, seperti lagunya Bang Meggy z.

    Di Indonesia sendiri Kereta Cepat memang belum ada, dan sedikit bersyukur kami bisa mencicipi naik Kereta ini. Ruang Kereta yang sangat bersih, pelayanan yang sangat ramah, tempat duduk yang seperti Pesawat membuat kami sangat nyaman dan betah berada di dalam Kereta.



    Seandainya di negeri kita Indonesia bisa terus ditingkatkan mengenai kebersihan, pelayanan publik yang ramah serta kenyamanan dalam hal transportasi tentunya warga negaranya akan sangat senang dan lebih bersyukur.

    Setiba di Stasiun Kereta Cepat di kota Taipei, kami langsung mencari taksi untuk menuju kantor KDEI. Alasan menggunakan taksi karena lebih praktis dan langsung menuju ketempat tujuan kami. Hanya membutuhkan waktu 30 menit sudah tiba di lokasi yang kami tuju.

    Rasanya senang sekali bisa tiba di kantor KDEI dengan selamat. Puji syukur kami ucapkan kepada Tuhan atas keselamatan dan kelancaran pada hari ini. Kami pun langsung menuju ruangan tempat yang akan diadakan pertemuan.



    Lihat kanan dan kiri dengan hati berbunga-bunga melihat ruangan yang juga sangat bersih dan tertata rapi, membuat kami merasa sangat nyaman dan betah di dalam kantor ini. Dengan pelayanan yang begitu ramah membuat kami sangat senang dan merasa di hargai sebagai warga negara.

    Begitu acara dimulai, kami pun duduk dengan santai sambil mendengarkan pengarahan dari bapak yang setiap pagi memberikan pengarahan di KDEI. Banyak nasehat dan pengarahan yang kami dapatkan, agar kami tetap waspada terhadap kemungkinan yang terjadi di luar perkiraan kami.



    Setelah semua acara telah selesai kami pun bersiap untuk kembali ketempat kami masing-masing. Tapi sebelum kami pulang, tak lupa kami pun sempat mengambil foto bersama sebagai kenang-kenangan dan untuk memperkuat tali persaudaraan kami.



    Dan ketika arah menuju pulang, kami pun sempat mengadakan makan bersama. Rasanya seperti sebuah keluarga dan tak terasa di negeri orang he..he. Kami pun makan bersama di lantai dengan menu ala kadarnya. Dan tak lupa berselfie ria, biar pembaca pada iri semua ha..ha..ha..



    Perjalanan yang cukup melelahkan, tapi banyak momen dan peristiwa baru yang kami dapatkan. Terutama bisa berbagi rasa dengan para pekerja lain. Saling menyemangati sudah menjadi kebiasaan kami setiap hari. Sungguh sangat berbeda dengan pekerja yang ada di dalam negeri sendiri.

    Nah, ketika sampai di rumah tubuh ini terasa sangat lelah sekali. Rasanya belum lengkap jika belum meminum secangkir es cincau hitam sebagai obat rasa kehausan setelah beraktifitas. Sedikit pengalaman ini semoga bisa menjadi penambah wawasan kita bersama. Dan di bawah ini foto-foto lengkapnya yang saya sematkan menjadi video dan diiringin lagu jeritan hati yang dinyanyikan oleh saya sendiri.. He... He...He. Silahkan ditonton.


    7 komentar:

    1. Wew, perjalanan yang panjang, asyik juga ya bisa selfie bareng teman2..

      Baru tahu saya arti KDEI..! Makasih mbak berbagi pengalaman yang menarik..

      BalasHapus
    2. wah seneng bisa berada di negara lain, bisa saling kenal sama org2 baru, mbak. hehe. semoga tetap semangat kerjanya.

      BalasHapus
    3. wah enak ya kayaknya kerja diluar negeri, sebenernya aku juga pngen cari pengelaman kerja keluar negeri, pasti menyenangkan .. tapi sayang gak ada nyali ..:D

      BalasHapus
    4. Heemmm, ternyata tempat yang dulu aku buat main layang-layang sekarang sudah jadi kantor pusat KDEI ya Lis? hehehe

      Oh iya, tanya boleh ya Lis? Rasa persaudaraan itu bahasa mandarinnya apa? bagi dong bahasanya, biar semua pembaca di sini tahu.. 😁😁

      BalasHapus
    5. selalu hati hati ya mbak di negeri orang, taati peraturan disana. :)

      BalasHapus
    6. Bertemu dengan orang2 yang sebangsa dan setanah air di Negara orang itu pasti rasanya sangat senang ya. Tuch, buktinya senyum2 sambil selpi. Hahahaha

      BalasHapus
    7. sepertinya ini pengalaman yang menarik dan berkesan terutama buat mba sendiri..

      jadi pengen nyoba naek kereta cepat hehehe

      BalasHapus

    Post Top Ad

    Post Bottom Ad

    Diberdayakan oleh Blogger.