Header Ads

  • Berita Terkini

    Gaya Hidup Bermasyarakat

    Gaya hidup bermasyarakat

    Hidup bermasyarakat adalah suatu kehidupan yang perlu kita jalani, namun masih banyak pula yang belum bisa memahaminya atau bisa hidup dengan cara bermasyarakat. Baik. Kali ini saya akan sedikit mengulas tentang kehidupan ini. Bagaimana agar kita bisa menjalani atau menyesuaikan diri saat berada di lingkungan yang berbeda dengan apa yang kita pikirkan.

    Sebagaimana Anda pernah dengar atau alami sendiri, bahwa tiap lingkungan yang berbeda pasti memiliki kebiasaan hidup yang berbeda pula. Dan biasanya tidak semua orang baru bisa memahami akan hal tersebut.


    Jika Anda pernah merantau ke daerah yang belum kita kenali hal pertama yang harus kita ingat adalah air. Loh, kenapa harus air? Karena air bisa menyesuaikan wujudnya dengan wadah yang ia singgahi. Filosofi tentang air ini bisa menjadi bagian terpenting dalam sejarah hidup kita.

    Kita bisa belajar dari air yang dengan mudah menyesuaikan dirinya dengan semua tempat yang ia singgahi. Air yang begitu flexible tersebut harus kita contoh ketika kita hidup bermasyarakat, baik di lingkungan lama maupun di lingkungan yang baru.

    Yang kedua yang harus kita ingat adalah petuah orang tua baik petuah lama maupun petuah baru, karena hal tersebut bisa menjadi nasehat yang baik. Seperti petuah nenek moyang kita dahulu pernah berkata bahwa "Dimana bumi dipijak disitu langit dijunjung". Apa dari pembaca semua pernah mendengar petuah ini?

    Maksud dari petuah tersebut adalah ketika kita menginjakan kaki di belahan bumi mana pun usahakan agar tetap selalu memegang teguh ajaran-ajaran kebaikan dan kebajikan yang turun dari langit.

    Entah Anda masih ingat atau tidak, karena setiap petuah dari nenek moyang yang berasal dari pulau jawa mengajarkan tentang filosofi hidup. Dan ketika Anda berada di belahan bumi mana pun, ingatlah petuah-petuah dari beliau yang selalu menyangi Anda, walau hanya lewat sebuah kata-kata.

    Dari kedua poin tersebut bahwa kita sudah bisa menyimpulkan bahwa hidup bermasyarakat itu sangatlah perlu, agar kita bisa saling kenal dan menyambung tali silaturahim walaupun kita berbeda keyakinan. Akan tetapi hidup akan terasa nyaman dan tentram apabila kita bisa hidup rukun dan berbagi dengan sesama manusia.

    Lalu bagaimana jika kita sudah hidup bermasyarakat kemudian tak ada imbang rasa?

    Terkadang banyak kasus yang terjadi seperti ini. Mungkin kebanyakan dari kita masih belum sadar akan pentingnya suatu hubungan. Baik hubungan dengan diri sendiri maupun hubungan keluarga, teman, maupun tetangga.

    Rasa suatu hubungan bermasyarakat akan sangat berbeda-beda, dan semuanya tergantung bagaimana cara kita menghargai orang lain. Jika kita ingin dihargai maka hargai orang lain. Jika kita tidak ingin disakiti maka jangan menyakiti orang lain, terutama wilayah hati. Karena wilayah hati akan sangat sulit untuk disembuhkan ketimbang dipukul di bagian muka atau badan.

    Karena hidup bermasyarakat itu bukan hanya sekedar "say hello dan bertatap muka saja." Hidup bermasyarakat itu butuh ikatan rasa sebagai penguat suatu hubungan. Butuh ikatan rasa yang yang saling menyeimbangkan satu sama lain.

    Saya rasa dari ulasan tersebut sudah bisa mengantarkan kita agar selalu bisa bergaul dengan siapa pun tanpa pilih kasih. Dan yang kedua agar kita selalu berbuat baik dan berbagi dengan sesama. Jangan sampai saling menikam (di depan baik sedangkan di belakang mencaci, iri, mencemburukan dll) itu sangat disayangkan jika terjadi. Karena diri sendiri yang akan rugi.

    Hanya ini yang bisa saya bagi, semoga bisa bermanfaat. Dan apabila dari pembaca memiliki pengalaman dan cerita berbeda silahkan berbagi di kolom komentar.

    24 komentar:

    1. Gaya hidup bermasyarakat memang semestinya kita pahami, "dimana bumi di pijak di situ langit di junjung" beruntungnya hdp di kampung masih sangat mengedepankan toleransi dan menghormati, tp kalau udah ke kota kerasa banget bedanya

      BalasHapus
    2. User blogponsel.net mbak, baru saja bergabung di blogspot dengan menggunakan ponsel java.

      Salam dan selamat pagi untuk postnya, dan mohon bimbingannya juga. Maklum masi nubie, selama ini hanya ngelolah blog di builder indo :D

      Sekalian mau tanya mbak, kok tampilan mobile saya gak tampil dengan template yg saya pakai? Apa mungkin karna template yg saya gunakan tidak resposif?

      BalasHapus
      Balasan
      1. Itu mungkin karena kamu belum seting di tema seluler klik gambar gigi terus pilih khusus terus simpan.

        Hapus
    3. Semua karena manusia adalah makhluk sosial mungkin ya mbak, dimana kita tdk bs hidup tanpa orang lain...sehingga kita perlu menyesuaikan diri agar bs berinteraksi serta diterima dalam kehidupan bermasyarakat

      BalasHapus
      Balasan
      1. Benar sekali mas, hidup bermasyarat sangst kita butuhkan. Hehe

        Hapus
    4. Aku ingin punya filosofi hidup seperti air, bisa menyesuaikan diri sesuai dengan wadah dimana ia ditempatkan. Aku ingin hidup bermasyarakat dimanapun berada semoga bisa selalu beradaptasi.

      selamat siang mbak Nelisa, selamat menjalankan aktivitas, jangan lupa makan siang dan seruput white kopi supaya tidak ngantuk :)

      BalasHapus
      Balasan
      1. Great! Sebuah keinginan setiap orang harapkan, mang.

        Selamat siang kembali, adanya kopi hitam.. Hehe

        Hapus
    5. Jadi inget kata orang tua saya Mba, katanya, " Bila kamu bisa mengenali kelebihan dan kekuranganmu sendiri, maka kamu akan mampu hidup dan bertahan di tengah masyarakat tanpa harus menyakiti dan berguna untuk mereka."
      Walau terlihat sedrhana, namun dalam penerapannya perlu proses waktu yang tidak cukup sebentar. Karena kesimpulan akhir ada pada kita yang mampu menjadikan kelemahan diri sendiri sebagai kekuatan inti untuk kebangkitannya. Karena itu bisa dilihat dari ola kehidupannya kesehariannya yang tidak sombong dan mampu membawa dirinya di setiap lingkungan kehidupan bermasyarakat.

      BalasHapus
      Balasan
      1. Betul sekali om Indra jika kita bisa menempatkan dimana kita berada maka segala sesuatu bisa terkendalikan dengan baik.. Hehe

        Hapus
    6. Orang pandai dan berilmu akan diuji keilmuannya saat bergaul ditengah masyarakat umum. Atau didaerah yang asing. Apakah mereka mampu menjadi air, atau merasa paling pintar.
      Wilayah hati ini yang sulit.

      BalasHapus
      Balasan
      1. Iya om, kalau sudah mengena hati susah diobati.. Hehe

        Hapus
    7. Wew, ternyata mbak lisa punya filosofi hidup juga ya. Betul sekali hidup akan terasa rukun dan tentram jika saling mengenal dan memiliki ikatan rasa dengan yang lain.

      BalasHapus
    8. Iya, hidup bermasyarakat bukan hanya sekedar say hello, tapi lebih ke kepedulian kita kepada sesama. Saling menghormati, toleransi, empaty, dan saling tolong menolong, itulah bermasyarakat.

      BalasHapus
      Balasan
      1. Benar sekali, mbak dengan begitu kita bisa hidup rukun.

        Hapus
    9. Bisa diterapkan untuk aku paribadi sebagai anak kost. Dimana banyak berbaur dengan masyrakat setempat. Baik dalam keseharian ataupun disaat ada kerja bakti misalnya. Intinya saling membantu disaat saling membutuhkan. Dengan gaya hidup bermasyarakat ini, pasti banyak manfaatnya ya, Teh..

      BalasHapus
      Balasan
      1. Iya benar mas, dengan begitu kita pun banyak rejeki lho .. Hehe

        Hapus
    10. Filosofi yang harus dipegang teguh bagi orang yang berilmu dan beragama

      BalasHapus
    11. kesulitan hidup gua nih, gak bisa hidup bermasyarakat, gak bisa bertemen, susah kalo harus sosialisai dg orang baru:(

      BalasHapus
      Balasan
      1. Hehehe.. Klau sudah begitu dinikmati saja.. Hehe

        Hapus
    12. Iya banget nih Mbak Lisa. Aku ngerasain juga kalo kita di perantauan. Apalagi kalo disandingkan degan masalah ekonomi, huwa.. bisa bikin geram. SOk2an gitu. HArus kembali membumi, biar kita leih bisa santai menyikapi segalanya ya

      BalasHapus

    Post Top Ad

    Post Bottom Ad

    Diberdayakan oleh Blogger.