Header Ads

  • Berita Terkini

    Gunakan Cara Cerdas untuk Mengatasi Masalah

    Masalah adalah salah satu bagian dari kehidupan, sadar atau tidak semua orang pasti pernah mengalaminya. Masalah timbul dalam berbagai bentuk, masalah kecil atau pun masalah besar. Setiap hari kita akan dihadapkan hal tersebut, baik di rumah maupun di tempat kerja.

    Namun, kita harus menyadarinya bahwa masalah tetap dihadapi bukan dihindari, karena jika kita menunda-nunda masalah maka diri kita akan terbebani dan menjadi stres. Oleh sebab itu, kita harus bisa menganggap masalah adalah salah satu pilihan, tidak ada yang menakutkan tentang hal itu selain harus membuat keputusan.



    Meskipun membuat keputusan tidak mudah, kita harus mampu mengambil keputusan yang bijak, agar masalah cepat terselesaikan. Kita tidak harus menjadi orang yang super pintar untuk mencari solusi masalah, kita hanya perlu latihan dan berpikir cerdas. Serumit apapun masalah, jika kita cerdas mengambil keputusan maka semuanya akan nampak baik-baik saja.

    Kebanyakan orang percaya bahwa kita harus cerdas untuk menyelesaikan masalah dengan baik, memang itu benar. Ketika kita memahami langkah-langkah yang berbeda untuk memecahkan masalah, kita akan datang dengan solusi yang besar. Sehingga masalah segera mendapatkan solusi terbaik bagi diri kita sendiri, juga bagi orang lain.

    Lalu apa yang dapat kita lakukan untuk menyelesaikan masalah dengan kecerdasan kita? Berikut ini caranya.

    1. Fokus pada solusi, bukan masalah
    Ahli saraf telah membuktikan bahwa otak kita tidak dapat menemukan solusi jika kita berfokus pada masalah. Hal ini karena ketika kita berfokus pada masalah secara efektif memberi otak kita berpikir negatif dan mengaktifkan emosi negatif di otak. Sehingga emosi ini mampu memblokir solusi potensial.

    Saya tidak mengatakan kamu harus mengabaikan masalah, namun mencoba dan tetap tenang menghadapi masalah. Ini membantu untuk yang pertama mengakui masalah dan kemudian memindahkan fokus ke pola pikir berorientasi solusi di mana kita terus tertuju pada jawaban dengan cepat, mencari tahu apa yang salah dan siapa yang salah.

    2. Beradaptasi 5 cara mendefinisikan masalah
    Dengan berulang kali mengajukan pertanyaan “mengapa” pada diri sendiri, kita dapat menggali ke dalam akar penyebab masalah, dan bagaimana kita dapat menemukan solusi terbaik untuk mengatasi akar masalah dari yang kecil hingga terbesar. Dengan demikian, maka kita akan segera tahu akar dari masalah tersebut.

    Sebagai contoh, mengapa kita selalu terlambat untuk bekerja.
    • Mengapa saya terlambat untuk bekerja? Saya selalu klik tombol snooze dan hanya ingin pergi tidur.
    • Mengapa saya ingin pergi tidur? Saya merasa sangat lelah di pagi hari.
    • Mengapa saya merasa lelah di pagi hari? Saya tidur larut malam, itu sebabnya.
    • Mengapa saya tidur larut malam? Saya tidak mengantuk setelah minum kopi, karena saya hanya terus gulir laman Facebook saya dan entah kenapa saya tidak bisa berhenti.
    • Mengapa saya minum kopi? Karena saya terlalu mengantuk di tempat kerja saat sore hari, karena tidak memiliki cukup tidur pada malam sebelumnya.


    Nah, dengan pertanyaan tersebut kita bisa melihat hasilnya, jika kita tidak mencoba untuk menggali akar masalah, kita mungkin hanya menetapkan beberapa alarm dan berbunyi setiap lima menit di pagi hari. Namun pada kenyataannya, masalah yang kita butuhkan untuk menyelesaikan adalah berhenti berselancar di Facebook sampai larut malam, supaya kita akan merasa lebih energik di siang hari, dan kita tidak perlu minum kopi lagi pada sore hari saat bekerja.

    3. Menyederhanakan hal-hal yang rumit
    Sebagai manusia, kita memiliki kecenderungan untuk membuat hal-hal lebih rumit dari yang kita butuhkan. Coba menyederhanakan masalah kita dengan generalisasi.

    Hapus semua rincian dan kembali ke dasar-dasar. Mencoba mencari yang benar-benar mudah, solusi yang jelas, kita mungkin akan terkejut dengan hasilnya. Dan kita akan tahu bahwa itu sering terjadi dari hal-hal sederhana yang paling produktif.

    4. Berpikir lateral
    Mengubah arah pikiran kita dengan berpikir lateral. Memperhatikan pepatah, "kita tidak dapat menggali lubang di tempat yang berbeda dengan menggali lebih dalam lubang yang sama." Cobalah untuk mengubah pendekatan kita dan melihat hal-hal dengan cara yang baru. Kita dapat mencoba membalikan tujuan kita ke arah lain di sekitar kita dan mencari solusi yang tepat.

    Bahkan jika menemukan suasana yang terasa konyol, pendekatan segar dan unik biasanya dapat merangsang solusi segar.

    5. Gunakan bahasa yang menciptakan kemungkinan
    Memimpin pemikiran kita dengan ungkapan-ungkapan seperti 'bagaimana jika,' dan 'bayangkan jika,' hal ini membuka otak kita untuk berpikir kreatif dan mendorong solusi. Hindari bahasa negatif seperti 'saya tidak berpikir,' atau 'ini tidak benar, tapi...'

    Tidak ada yang menakutkan tentang masalah ketika kita mulai beradaptasi. Mencoba untuk tidak melihat masalah sebagai hal yang menakutkan. Jika kita berpikir masalah adalah hal yang menakutkan? Ini benar-benar hanya umpan balik pada situasi kita saat ini.

    Semua masalah ada solusinya dan kita dapat menemukan solusi dengan cara menemukan hal baru di sekitar kita. Jadi mencoba menyelesaikan masalah dengan pendekatan netral, tanpa menghakimi siapa pun termasuk diri sendiri. Belajar fokus pada mendefinisikan masalah, tetap tenang dan tidak membuat hal-hal terlalu rumit. Dengan demikian hidup kita akan lebih menyenangkan dan pikiran tenang mengambil keputusan di saat ada masalah.

    80 komentar:

    1. Iya ya mbak..., jangan sampai kita dijerumuskan oleh masalah, masalah harus kita selesaikan dengan bijak bukannya menghindar

      BalasHapus
      Balasan
      1. Iya, mas, dihindari pun juga malah dikejar. Jadi di hadapi saja. Hehe

        Hapus
      2. ke lima cara memecahkan masalah dengan cara ceras yang setiap waktu ketemu masalah selalu tak gunakan, maklum saya kan emang cerdas dari lahir...#ehh

        Hapus
      3. Percaya deh, kalau mamang cerdas :)

        Hapus
    2. Terkadang kita larut dalam persoalan yang terkadang penyelesaiannya pun bisa di mulai dari hal yang kecil dan sederhana, tinggal kita mau atau tidak ya mba.

      BalasHapus
      Balasan
      1. Iya, om, tinggal kitanya saja bagaimana menyikapi, kalau mencoba cepat selesai masalah pasti segera cari solusinya. Hehe

        Hapus
      2. iya...makanya saya nanya....mau atau tidak mamang teh saya putusin?

        Hapus
      3. Mamang sama mamang saling putusin ya? Haha

        Hapus
      4. hahaha, putusin apa nih mb euy

        Hapus
      5. Putusin tali rapiah, mas. Hehe

        Hapus
    3. Jika saya pribadi untuk mengatasi cukup membuat secangkir kopi maka solusi langsung muncul dengan cepat 😂

      BalasHapus
      Balasan
      1. Itu ide kreatif, mas Bim, dengan secangkir kopi solusi mengalir. Hehe

        Hapus
    4. bener mba semakin kita menghindari suatu masalah, malah masalah semakin nambah bukannya selesai..

      berrti harus di cari akar permasalahannya dulu ya mba biar tahu solusinya?poin ini yang sering saya lupa ketika punya masalah..

      makasih dah berbagi solusi mba...

      BalasHapus
      Balasan
      1. Mencari akar masalah sangat penting, mas, karena dengan kita mengetahui akarnya kita akan senang mengatasi dan mencari solusi terbaiknya. Hehe

        Ya, sama-sama.

        Hapus
    5. Untuk mengatasi masalah biasanya saya menggunakan cara2 yang islamiah te, yaitu sabar dan sholat.. ya rutin berdo'a gitu, tengah malem ya kadang sholat hajat atau tahajud.. ditambah dzikir.. Yeah meskipun masalah tidak tiba2 langsung selesai, setidaknya hati dan fikiran saya jadi tenang. Selain itu ikhtiar lainnya ya pakai cara2 yang tante tulis juga. Pokoknya ya gitu deh..
      Ok te met pagi.. jangan lupa sarapan ya..

      BalasHapus
      Balasan
      1. Dengan cara-cara yang om terapkan juga bisa, karena dengan pikiran tenang maka bisa berpikir lebih baik dan mendapatkan solusi terbaik juga.

        Baik, om, met pagi juga, terima kasih sudah mengigatkan saya sarapan, om baik deh. Hehe

        Hapus
      2. Saya baik? Hehe.. Saya gk baik tauk te.. parah pokoknya, jadi kalau saya sampai terlihat baik tante harus curiga : jangan2 ada maunya, haha..

        Lagian tante kok gk sebel baca komen saya tadi? Kirain tante bakal bilang "si Om sok alim banget!" eh malah kayak percaya gt.. iya deh makasih

        Hapus
      3. Sebenarnya saya sih tahu, kalau om baik itu ada maunya, kan usaha om nggak dapat-dapat, kalah terus sama bapak tetangga sebelah. Makanya pura-pura baik. Wkwkwk

        Kemarin sih mau bilang gitu tapi kok yang keluar lain, om. :)

        Hapus
    6. Tepat sekali mba"Nel" kalo saya' masalah di anggap sebagi soal dan itu harus di kerjakan, agar kita dapat nilai dari soal tersebut, yang artinya masalah adalah cobaan, kira kira bener ngga mba..

      BalasHapus
      Balasan
      1. Benar, mas, malah seperti ngerjakan PR. Hahaha

        Hapus
    7. Yang paling males ketika dilakui point nomer 2, ngedefenisiin masalah. Soale ga sempet mikir Biasanya bawaannya emosi

      BalasHapus
      Balasan
      1. Dengan terbawa emosi biasanya akan mengambil keputusan instant dan berakhir penyesalan. Hehe

        Hapus
    8. Fokus dg bagaimana mencari solusi untuk mengatasi masalah yg sedang terjadi mungkin lebih baik daripada fokus dg masalahnya.

      BalasHapus
      Balasan
      1. Iya kalau fokus dengan masalah pasti kita terbawa emosi dan jadi stres masalah tak selesai. Hehe

        Hapus
    9. hadapi, sabar, dan kepala dingin , seandainya masalah datang.
      ngadu sama Rabb, dan memohon bantuan dan jalannya, insaa allah ada aja jalannya ya mbak lisa :)

      BalasHapus
      Balasan
      1. Berdoa dibareng usaha, mas, jadi keduanya di gabung maka solusi segera di dapat. Hehe

        Hapus
    10. motivasi cerdas dan mantap, selalu ada cara menghadapi masalah dg lebih terasa mudah

      BalasHapus
      Balasan
      1. Mudah dan tak membuat masalah berlarut larut. Hehe

        Hapus
    11. Tipsnya simple tapi sepertinya ampuh untuk mecahin masalah. Masalahnya adalah ketika kita sudah tahu tips memecahkan masalahnya, tapi kita tidak ingin menggunakan tips memecahkan masalah tersebut untuk memecahkan masalah kita.

      BalasHapus
      Balasan
      1. Kalau sudah tahu ya pasti tak mau menggunakan tips tersebut, mas. Hehe

        Hapus
    12. Cara cerdas memnag dibutuhkan dalam menghadapi masalah, cuman masalahnya, saat kita punya masalah pikiran kita sulit sekali untuk berpikir cerdas... kalau saya biasanya memilih diam aja dulu beberapa saat, setelah tenang baru mencari solusi atas masalah tersebut...

      BalasHapus
      Balasan
      1. Nah itu, mamang, saat masalah tiba pikiran cerdas ngumpet sehingga emosi timbul dan tra la la.. meledak!
        Dengan diam sesaat pasti akan membawa suasana hati tenang dan keputusn bijak pun datang. Hehe

        Hapus
    13. Focus solusi, biar tidak mudah emaosi. Focus ke masalah bikin naik darah. Lima poin ter sebut harus menjadi acuan saat menghadapi problema kehidupan, kata bang Roma Romantika kehidupan.

      BalasHapus
      Balasan
      1. Iya, om, kalau kita fokus ke masalah memang naik darah, kata bang Roma memang benar romantika kehidupan tak ada habisnya. Hehe

        Hapus
    14. Poin pertama saya sering banget ngalamin. Pas masalah datang.... Langsung deh kalap, ngamuk sinambi bingung karepe dhewe. Bahkan keingetan lagi masalah2 yg dulu2. Mungkin benar saya terlalu fokus pada masalah bukannya solusi. Jadi yg masuk malah yg negatif2. Dan akhirnya...nyari kambing hitam deh...

      Ah, saya memang bukan orang baik2. Tapi, semoga aja setelah membaca tulisan mbak Lisa ini saya bisa berubah ketika menghadapi masalah.

      BalasHapus
      Balasan
      1. Mencari kambing hitamnya pasti ke warung sebelah kan, mas? Itu lho warung sebelah yang tutup saat banyak yang kasbon. Pasti tahu lah sampean warung sebelah mana.

        Memang kok kambing hitam yang pertama di cari soalnya dagingnya lumayan sedap kalau sudah di buat sate. Hmmm.. Aromanya menggoda selera. Wkwkwk

        Semoga saja, tapi yang ini nggak usaha kan? Seperti ombro itu. :)

        Hapus
    15. faktor emosi tuh biasanya yg mendominasi duluan ketika kita tertimpa masalah mbak

      sehingga sering kurang bijak didalam mencari solusinya

      BalasHapus
      Balasan
      1. Kebanyakan memang dari faktor emosi, terus tanpa pikir panjang solusi sekenanya diambil, pada akhirnya saat emosi reda penyesalan yang ada.Mas, Hehe

        Hapus
      2. kadang emosi dapt juga menjadi masalah semakin besar :) wah bahaya ini :D

        Hapus
      3. setuju banget mas, kita itu memang kudu bisa belajar sabar biar gak mudah emosi

        Hapus
      4. Emosi harus di buang pada tempatnya :)

        Hapus
    16. Nah... Kita sebagai manusia sih gtu, suka sekali membesar-besarkan masalah... Ketimbang mencari solusinya, gk tau jga sih kenapa kita selalu merasa yg paling benar sendiri

      katanya kalo gk punya masalah, hidup kurang berwarna... Kurang ada tantangan haha...

      BalasHapus
      Balasan
      1. Itu mungkin karena ego kita, mas, terkadang kalau ego sudah menyatu dalam diri salah pun merasa benar. Hehe

        Setiap kehidupan pasti ada masalah tapi kalau ditantang lihat dulu, tantangannya apa? Kalau tantangannya makan sate kambing, nah itu pasti enak. Wkwkwk

        Hapus
    17. aku skrg juga sdg mencoba menurunkan yg rumit dianggap mudah mbak, easy going, rasanya beban di pundak pun terasa ringan

      BalasHapus
      Balasan
      1. Amin, dengan begitu hidup terasa enjoy, ya, mbak.

        Hapus
    18. dengan beberapa cara diatas memang tepat sekali masalah bisa teratasi, salah satunya kita harus fokus pada solusi, jangan dipikirkan berpa besar masalah itu :D

      BalasHapus
      Balasan
      1. Iya, mas, kalau kita mikirkan masalah maka bukan solusi yang didapat malah stres. Hehe

        Hapus
    19. Masalah akan selalu ada, tak hidup rasanya bila tak ada masalah, melihat mereka yang adem ayem dalam menjalani hidup bukan berarti tanpa masalah
      yah begitulah yang terjadi selesaikan masalah bukan lari dari masalah dan bukan tidak mungkin akan kembali muncul masalah baru
      begitulah seterusnya fokus ke solusi agar menemukan penyelesaian

      BalasHapus
      Balasan
      1. Masalah pasti ada di semua orang tinggal bagaimana menyikapinya saja, mbak, pastinya di hadapi bukan di tinggal lari. Hehe

        Hapus
    20. Nah boleh juga tips nya. Ada banyak cara mengatasi masalah yah mbak. Tapi mungkin ada satu yang terlewatkan, yakni pergi ke PEGADAIAN. Karena mereka mengatasi masalah tanpa masalah. Hahaha

      BalasHapus
      Balasan
      1. Pergi ke pegadaian itu kalau sedang masalah dengan isi dompet, mas. Wkwkwk

        Hapus
    21. semalem belum bisa komen disini nih, ada temen ke rumah :D

      BalasHapus
      Balasan
      1. Sekarang sudah pulang kan, om, temannya? :)

        Hapus
      2. udah mba, itu temen saya juga blogger sih cuma jarang bewe aja, paling bewenya sama yang udah kenal doang :)

        Hapus
      3. Lha kenapa nggak mau bw, om? Kenalin dunk ke saya biar bw ke sini. Hehe

        Hapus
    22. bener juga ya mbaa kadang kalau masalahnya lagi ruwet saya malah selalu fokus ke masalahnya bukan solusi :D

      itu kan kalau lagi ada masalah kadang emosi jadi ga bisa berpikir jernih, ego yang paling depan :D

      BalasHapus
      Balasan
      1. Iya, om, memang gitu ego itu lho yang bikin nggak bisa cari solusi dengan jernih. Hehe

        Hapus
      2. tapi emang susah kan? kalau lagi emosi pasti ego yang paling depan, rata-rata lah.

        saya juga kadang-kadang gitu, makanya skrg kalo lagi ada masalah saya suka menyendiri sambil keluyuran kemana saja biar fresh dulu biar ngambil solusinya yang bener ga pake emosi

        Hapus
      3. Dan pastinya mampir juga warung kopi, kan, om? Hehe

        Hapus
    23. cara cerdas yang dijelaskan di atas memang patut di tiru , makasih atas tipsnya ya mbak

      BalasHapus
      Balasan
      1. Semoga saja berguna bagi yang lain, sama-sama, mas. :)

        Hapus
    24. saya pribadi untuk menghadapi masalah harus berada di tempat ternyaman dahulu, memikirkan apa yang terjadi dan membuat solusi. Walaupun terkadang solusi menimbulkan masalah lagi tapi setidaknya jangan pernah lari dari masalah

      BalasHapus
      Balasan
      1. Iya, om, meskipun masalah datang lagi tapi setidaknya sudah mencari solusi yang terbaik. Hehe

        Hapus
    25. Wih masih rame aja.. selamat deh yaa.. blognya makin makjleb aja mbak Lisa neh...

      BalasHapus
      Balasan
      1. Mskjleb seperti secangkir kopi + ubi rebus ya, mang? Hahaha

        Hapus
    26. kalo aku kena masalah malah jadi sedih rasanya.

      jadi gugup dan bisa berujung pada kegagalan untuk bisa tidur. jadi pikiran terus, Mbak.

      BalasHapus
      Balasan
      1. Itu harus dikendalikan mas Ben, kalau nggak jadi stres dan badan pun drof karena kurang tidur. :)

        Hapus
    27. KAdang terlupa, bahwa tanpa nyadar bukanna fokus ke solusi tapi mbahas masalahnya mulu Mbak. Keren tipsnya, aku banget yg nomor 1 hehehe

      BalasHapus
      Balasan
      1. Itu kebanyak orang, bahas masalah saja, bukan mencari solusi, mbak, wah artinya kita sama dunk, mbak Wahyu. Hehe

        Hapus
    28. Inilah tips yang sangat perlu kita perhatikan ketika ada masalah menimpa kita. Jangan sampai kita menyelesaikan masalah dengan cara yang salah pula

      BalasHapus
      Balasan
      1. Betul, mas, kalau kita menyelesaikan dengan cara yang salah maka masalah akan bertambah. Hehe

        Hapus
    29. di pertengahan artikel ada sebuah uraian, itu menggambar kan bahwa permasalahan dan solusi itu saling bersinergi, masalah adalah bagian dari kehidup yang harus tetap di jalani,

      "tidak ada masalah yang berarti jika kita menjemputnya dengan senyumam"

      BalasHapus
      Balasan
      1. Iya, om, masalah bagian dari hidup, tak ada orang hidup tanpa masalah tapi dengan cerdas memecahkan masalah maka akan tetap tersenyum. Hehe

        Hapus
    30. setujuu fokus sama solusi bukan masalah

      Kadang kalau fokus sama masalah malah nyalahin sana sini kitanya kan
      Ga selese selese

      BalasHapus
      Balasan
      1. Itu mbak, parahnya nyalai sana nyalai sini, dan akhirnya masalah berkepanjangan. Hehe

        Hapus
    31. Tapi pada dasarnya semua orang sudah tau cara mengatasi masalahnya, tapi banyak yang tidak tau bagai mana mengawalinya..

      BalasHapus
      Balasan
      1. Begitulah mas, karena tertutup dengan ego biasanya, hehe

        Hapus
    32. Masalah adalah Proses Pendewasaan dan ajang peningkatan kualitas diri, harus dituntaskan ...

      BalasHapus

    Post Top Ad

    Post Bottom Ad

    Diberdayakan oleh Blogger.