Header Ads

  • Berita Terkini

    Bagaimana Cara Mengatasi Perbandingan dan Fokus pada Diri Sendiri?

    Membandingkan diri sendiri dengan orang lain hanya akan membuat hidup tertekan. Lalu bagaimana cara kita mengatasinya? Pasti dalam benak kita bertanya-tanya, dan mencoba merenungi sejenak. Meskipun otak kita lambat berpikir untuk menemukan jawaban yang tepat. Namun sebenarnya cara mengatasinya sangat mudah. Jika kita bersungguh-sungguh ingin berubah dari membandingkan diri pada orang lain dan menjadi diri sendiri.



    Jika menggunakan media sosial membuat kita merasa sedih, merasa tidak aman, dan tidak memadai atau kita hanya ingin berhenti memperhatikan pendapat orang-orang yang menyukai dan memaksakan kita tentang kehidupan. Maka ada cara untuk mengalihkan perspektif kita dan membawa yang jauh lebih bahagia. Hidup adalah proses yang harus dijalani oleh setiap manusia.

    Jika kamu ingin berhenti melakukan perbandingan, kamu orang yang beruntung membaca artikel ini. Sebab, di bawah ini akan dijelaskan cara-caranya. Berikut di antaranya.

    Buat Peta Jalan yang Jelas untuk Hidup kamu

    Agar lebih percaya diri dalam keputusan kamu dan cukup kuat untuk mengabaikan apa yang orang lain katakan. Menciptakan peta jalan ke mana kamu ingin pergi dan bagaimana kamu akan sampai di sana adalah cara yang bijak. Sebab akan membawa stabilitas dan membuat kamu lebih nyaman. Dengan melakukan ini, kamu akan sangat peduli dengan apa yang dilakukan orang lain jika dibandingkan, atau apa pendapat mereka tentang kamu.

    Buat daftar tujuan, perhatikan di mana kamu sekarang berhubungan dengan mereka (tanpa penilaian negatif) dan tuliskan rencana tindakan untuk bisa mencapainya. Kamu bisa membuat rencana satu minggu atau rencana satu tahun - apa pun yang kamu rasa nyaman dengan subjek apapun dan kamu akan mulai merasakan adanya perasaan maju dari sebelumnya.

    Lakukan Perbaikan Diri Sendiri

    Perbaikan diri adalah cara yang baik untuk berfokus pada diri kita sendiri tetapi seringkali kita cenderung memperbaiki diri saat berada di area tertentu dalam kehidupan kita. Misalnya, jika kita ingin memperbaiki kesehatan kita, kita mungkin mulai makan lebih baik dan berolahraga lebih banyak.

    Namun, hal itu dapat membawa kita untuk mengabaikan area lain seperti pekerjaan, pembelajaran atau hubungan. Berfokus pada lebih dari satu area akan menciptakan perasaan bahwa kita membangun kelimpahan secara keseluruhan yang pada gilirannya akan menghentikan kita dari merasa kurang dan menyebabkan kita membandingkan satu bidang kehidupan kita dengan orang lain.

    Tuliskan daftar bagaimana kamu dapat memperbaiki setiap bidang kehidupan kamu. Mungkin belajar sesuatu yang baru untuk meraih impian, rutinitas, latihan untuk mendapatkan kesehatan atau meningkatkan keterampilan sosial untuk mendapatkan teman baru. Lakukan sedikit demi sedikit untuk setiap area dan kamu akan segera tumbuh semakin percaya diri dan ke mana arah hidupmu.

    Kita sering dibuat untuk berpikir bahwa tujuan hidup tertentu harus terjadi pada waktu tertentu. Namun tidak selalu berjalan dengan baik, inilah saat permainan perbandingan bisa menjadi yang terkuat. Cobalah untuk tidak fokus pada kerangka waktu tertentu. Dan pahamilah bahwa kamu selalu berada di jalur menuju ke tujuan yang diinginkan.

    Orang-orang mengikuti jalan mereka sendiri dengan kecepatan yang berbeda dan tidak ada masalah. Berdamai dengan di mana kita berada, temukan semua yang kamu bisa untuk menghargai kehidupan. Tidak peduli seberapa kecil kesuksesanmu dan percaya bahwa kamu akan mencapai tujuan dan impian dalam waktu yang terbaik untukmu dan orang lain.

    Percayalah pada diri kamu sendiri. Berhenti untuk melakukan perbandingan dengan orang lain. Lakukan hal-hal yang lebih positif agar apa yang kamu inginkan lebih mudah dicapai. Selain itu, dengan fokus pada diri sendiri kamu bisa melakukan semua yang sudah direncanakan dengan baik. Sebab, kamu akan melakukan apa yang harus dilakukan tanpa terbayang-bayang keberhasilan orang lain.

    74 komentar:

    1. "Kadang untuk bisa tidak harus bisa. Namun berani dan percaya diri"
      Mungkin kata-kata itu bisa semakin meyakinkan kita untuk lebih fokus dari pada membanding-bandingkan. :)

      BalasHapus
      Balasan
      1. Fokus pada kemampuan diri kita, mudah-mudahan kita bisa menjadi diri sendiri dengan segala kelebihan yang kita miliki...

        Hapus
      2. Setuju sama mbaknya yang diatas mang maman

        Hapus
      3. Saya setujunjuga, dengan begitu kita benar-benar jadi diri sendiri :)

        Hapus
    2. Percaya pada kemampuan diri sendiri itu lebih baik, boleh membandingkan diri senndiri dengan orang lain semata-mata untuk meningkatkan kualitas diri. #salamsuper

      BalasHapus
      Balasan
      1. teorinya sebegitu mudahnya ya mang....faktanya susah dan sulit melakukan perbaikan pada diri sendiri tersebut jika keikhlasan belum tiba dihatinya...gitu kata ustad kemed mah

        Hapus
      2. Kalau mang lembu sudah bilang begitu, terus gimana kita mang mamam coba?

        Hapus
      3. sinih....deket sinih ke aa...biar tak elus sayang jidatnya....(bukan jidat mang maman loch yah)

        Hapus
      4. Hahaha, ah mamang kok gitu

        Hapus
    3. Yakin dan harus percaya pada diri sendiri :)

      BalasHapus
    4. Membandingkan itu tidak baik bagi mental kita terlebih jika orang lain yang membandingkan bandingkan kita dengan orang lain... Saya sangat benci jika dibandingkan bandingkan. Padahal tiap orang memiliki sifat dan keunikan tersendiri.

      BalasHapus
      Balasan
      1. Benar mas, setiap manusia memiliki keunikan tersendiri jadi membandingkan adalah hal yang harus di hindari. :)

        Hapus
    5. Hal paling tidak orang suka adalah dibanding bandingkan, sedangkan jika kita lihat belum tentu orang yang dibandingkan itu lebih buruk dari yang membandingkan..
      so, jadi diri sendiri aja :-) memang manusia itu tidak ada yang sempurna..

      BalasHapus
      Balasan
      1. Karena ketidak sempurnanya itulah manusia bervariasi dalam hal pemikirannya. Hehe

        Hapus
      2. Tetapi mmanusia itu adalah ciptaan paling sempurna diantara ciptaan ALLAH yang lainya lho mas....

        Hapus
      3. Tapi masih ada kekurangannya, om. Hehe

        Hapus
      4. kekurangan dimana? Neng lisa coba jelasin....!

        Hapus
      5. Kekurangannya manusianya sering mengeluh :)

        Hapus
    6. Bagaimana Cara Mengatasi Perbandingan dan Fokus pada Diri Sendiri? Aku sih simple saja. "Jangan perdulikan apa kata orang, Perdulikanlah kata hatimu dan fikiranmu". Lampau batas maksimalmu semoga saya ketularan beruntung juga. Jangan lupa kopinya diminum dulu hahaha

      BalasHapus
      Balasan
      1. Jawaban yang simple dan mengena mungkin efek dari aroma kopi..,hahaha

        Kopinya habis.

        Hapus
    7. Fokus membuat kita terarah. Tapi kadang memang ada aja halangan untuk mengalihkan fokus kita. Ini yang bahaya

      BalasHapus
      Balasan
      1. Fokus teralihkan memang bahasa, tapi jika kita hati hati bahaya ini pergi dengan sendirinya. :)

        Hapus
    8. Jadi begitu ya mbak. Bagi saya yg beneran suka merasakan sifat perbandingan, merubahnya bukanlah perkara mudah. Apalagi membuat peta, membacanya saja masih suka nyasar, masih lebih pinteran si Dora.

      Emm.... Bagaimana kalau kita buat petanya bareng2 mbak? Pasti seru deh....

      BalasHapus
      Balasan
      1. Hahaha, menang sih bukan perkara mudah, tapi akan lebih mudah jika di buat goyong royong. :)

        Akan lebih seru kalau dibuat bersama warga satu kampung, mas. :)

        Hapus
      2. Kalau satu kampung bukan buat peta, tapi acara arisan mbak. Bisa-bisa malah bikin jadwal ronda bergilir.

        (Kok belum ada yg baru...)

        Hapus
      3. Haha, bikin ronda bergilir kalau dapat jatah kopi gratis sepertinya tak masalah, mas.

        Ada kok yang baru, coba lihat kebawah ada roti bawang cincang. :)

        Hapus
    9. Sudah menjadi sifat dan watak manusia selalu membandingkan dirinya dengan orang lain yang lebih sukses atau lebih berkecukupan. Tapi tidak mau membandingkan dirinya tentang hal ,etos kerjanya atau etos semangat hidupnya. Akhirnya yang ada hanya berkeluh kesah. Perbaiki diri dan focus dengan hal yang ingin dicapainya.

      BalasHapus
      Balasan
      1. Betul, betul, kalau sudah mengeluh itu bahaya, bahayanya nggak fokus sama tujuan hidup. Jadi seperti ysng om DB katakan, perbaiki dan fokus.

        Hapus
    10. Membanding diri sendiri dengan orang lain itu kadang perlu, supaya kita lebih termotivasi untuk bail lagi.

      BalasHapus
      Balasan
      1. Iya mbak, asal jangan terlalu dan akan merugikan diri sendiri. Hehe

        Hapus
    11. Cara mengatasi perbandingan dan fokus pada diri sendiri,, kalau saya ya gampang aja te.. cuekin aja. Iya cuek orang lain mau ngomongin apa tentang kita, dan cuek orang lain punya / bisa apa.

      Lagian setiap orang kan punya kelebihan dan kekurangan masing2. Jadi sa'at kita iri sama dia, jangan2 dia juga iri sama kita.. Cuma kitanya aja yang gk sadar.. Betul gk? Iya kan? Setuju to? Nggak ya? Ya udah deh ma'af.. saya pulang aja kalau gt, mau nyapu2 halaman, hehe

      BalasHapus
      Balasan
      1. Dengan cara mencueki itu adalah cara jitu, om, jadi dengan mencueki hidup kita nggak lirak lirik tetangga depan rumah.. Haha

        Iya, betul, betul, om. Justru itu kadang malah mereka yang iri pada kita. Sana pulang sana, om, nyapunya jangan sambil lihat halaman tetangga lho ya. Itu sudah ada yang punya. Haha

        Hapus
      2. Kalau masbro beda mbak, dia iri sama sapu yg dipake tetangganya yg katanya bahenol itu. Makanya dia betah berlama2 di teras, sambil bayangin dia jadi sapunya. Iya, kakinya dipegang trus rambutnya dikosek2in ke tanah. Dasar orang aneh!

        Hapus
      3. Hahaha, sambil kelopak matanya berketip-ketip, terus senyum senyum sendiri, kan mas Kay?

        Hapus
      4. Lho kok? ..Harusnya orang yang lagi merana dan teraniaya oleh kehidupan kayak saya ini di dukung, di alemin gt, eh malah di buli, kalian berdua jahat! hikz..

        Jadi sapu? Asik juga kayaknya bang, kan jadi bisa ngintip? hihi..

        Hapus
      5. Kami nggak jahat kok, om, cuma nguji nyali om Emde saja. Hahaha.

        Enaknya dimana jadi sapu? Iya kalau pas ketemu daun kering itu tak masalah, tapi kalau pas ketemu... Nggak sensor nanti si om tambah merajuk sulit untuk membujuk. Wkwkwk

        Hapus
    12. Penting untuk kita mengetahui kekuatan dan kelemahan sendiri, sehingga kita bisa lebih fokus untuk perbaikanan diri #ntaps

      BalasHapus
      Balasan
      1. Betul, dengan demikian fokus dan percaya diri untuk mencapai tujuan hidup tanpa lihat kesuksesan orang lain. Hehe

        Hapus
      2. setiap orang memang memiliki kelebihan dan kelemahan masing-masing. Kelemahan saya adalah tidak bisa bekerja berat, seperti angkat besi, angkat batu, angkat katu, dll yg berat-berat deh!

        Hapus
      3. Tetap disyukuri saja pak.

        Hapus
    13. Hidup adalah proses yang harus dijalani oleh setiap manusia. saya setuju dengan kata-kata ini

      BalasHapus
      Balasan
      1. Diproses hingga masak supaya hidup tetap bahagia :)

        Hapus
      2. tapi kalau terlalu masak malah jadi bubur neng..

        Hapus
      3. Kalau sudah jadi bubur tinggal kasih santan + garam, om. Hehe

        Hapus
    14. Seharusnya perbaikan pada diri sendiri, memang sangat bagus dilakukan agar kita tidak selalu membanding2kan diri sendiri dg orang lain.

      BalasHapus
      Balasan
      1. Kalau sudah begitu kopi campur garam pun tetap sama aromanya. :)

        Hapus
    15. alhamdulillah mba, saya juga sedang menerapkannya pada diri saya biar lebih percaya diri :)

      jujur saya yang dulu memang suka membanding2kan diri dengan orang lain, tapi itu dulu. Dulu banget malahan, yang saya ingat kata2 dari teman lama saya bahwa setiap orang dibekali kelebihan dan kekurangan masing2

      BalasHapus
      Balasan
      1. disitu saya mulai berhenti membanding2kan diri saya dengan orang lain yang jauh lebih hebat dari saya.

        Hapus
      2. Saya dulu juga gitu om, tapi sekarang setelah bisa beruvah akhirnya bisa nulis artikel ini :)

        Hapus
      3. alhamdulillah kalau begitu ya mba :)

        Hapus
      4. Iya, om, disyukuri :)

        Hapus
    16. ternyata harus buat peta jalan yang jelas juga ya mba.. PantesAN ane kesasar kemari wahaha..

      BalasHapus
      Balasan
      1. Iya, untungnya nyasarnya ke sini, kalau ke sebelah gimana coba? :)

        Hapus
      2. coba kalo nyasarnya ke blog saya bisa jadi Mas El udah ikutan upacara Hardiknas tuh :D

        Hapus
    17. Nice post. Memang penting percaya pada diri sendiri. Terkadang jika kita tak percaya diri sendiri suka bingung sendiri.

      Aku sendiri mungkin lebih ke buat motivasi, disaat orang lain bisa, aku percaya aku pasti bisa. Yang udah bisa duluan, aku jadikan motivas, bahwa diri kita juga bisa. Sekalipun waktu untuk pencapaiannya itu berbeda-beda :)

      BalasHapus
      Balasan
      1. Benar, mas dengan begitu hidup kita pun terasa enjoi dan awet muda. :)

        Hapus
    18. Semua itu harus jujur dan percaya kepada diri sndiri dulu ya mba, bisa semuanya sudah bisa bersinergi dengan baik di tambah pikiran yang jernih dan tidak neko-neko sepertinya kita akan bisa lebih fokus kedepan. he,, he, he ,

      BalasHapus
    19. "Buat peta jalan yang jelas untuk hidupmu"
      Nah ini salah satu poin yang saya rasa penting banget buat saya mbak, supaya arah hidup lebih jelas tujuannya, gitu kan?

      BalasHapus
      Balasan
      1. Iya om, supaya nggak belak kanan dan kiri :)

        Hapus
    20. ntah kenapa saya merasa Buat "Peta Jalan yang Jelas untuk Hidup " kamu " ini sulit sekali :( ketika saya mencoba membuat peta hidup lalu tiba-tiba saya keluar jalur lagi argghhhh :(

      BalasHapus
      Balasan
      1. Kalaunkeluar jalur dicoba lagi hingga pada akhirnya peta itu terbuat dengan baik. Hehe

        Hapus
    21. iya sih kadang sulit tapi tetep harus berusaha

      BalasHapus
      Balasan
      1. Dengan berusaha pasti semua baik-baik saja.

        Hapus
    22. kalau saya menjadi orang lain itu sebagai penyemangat, namun tidak membandingkan mereka dengan saya, sebab nanti rasa motivasi dan semangat itu akan jatuh :D

      BalasHapus
      Balasan
      1. Ketika jatuh diri sendiri yang rugi. Hehe

        Hapus
    23. Sama hal-nya membandingkan sisi pro dan bebas dalam diri sendiri, harus ada tempat masing-masing. Saya nulis di blogspot dengan sepenuh jiwa, beda banget dengan di wp yang mengandalkan otak dan iq yang merosot jadi -70.

      Orang lain sering membandingkan kita, Ibu kita sering membandingkan kita dengan anak tetangga, nyatanya ibu anak tetangga juga sering membandingkan anak-nya dengan kita.

      BalasHapus
      Balasan
      1. Nah, jadi diambil tengahnya saja, hehe

        Hapus
    24. Buat peta, ini yang kadang buyar ditengah perjalanan. Memang sulit untuk focus, keadaan kadang membuat kita harus berpaling yang mengakibatkan hidup jadi tidak terarah.
      Perbaiki diri, belajar dari kesalahan atau kegagalan.

      BalasHapus
      Balasan
      1. Itu kendala salah satunya, om,

        Hapus
    25. Kalo saya lebih suka mbandingn, dengan yang di bawah saya mba nel" biar tidak sakit hati..heee

      BalasHapus
      Balasan
      1. Itu bagus mas, dengan demikian hidup tetap enjoy :)

        Hapus

    Post Top Ad

    Post Bottom Ad

    Diberdayakan oleh Blogger.