Header Ads

  • Berita Terkini

    7 Kesalahan Ini Jangan Sampai Terulang Kembali

    Kesalahan tidak dapat dipungkiri lagi, semua orang pasti pernah melakukan kesalahan. Ini adalah hal wajar, karena manusia dilahirkan tidak sempurna. Sehingga kesalahan sering dilakukan tanpa disadarinya. Pada akhirnya membuat kita sering melakukan berulang kali kesalahan tersebut.

    Namun, jika kita bisa berpikir dengan logika, sebenarnya kesalahan memberikan pelajaran yang berarti dan membantu kita untuk tumbuh sebagai pribadi yang lebih dewasa baik dalam pemikiran dan juga menjadi diri sendiri. Jika kita tidak belajar dari kesalahan maka kita akan tetap berada dalam keadaan yang kurang lebih sama dan tetap melakukan kesalahan yang serupa.



    Meski kesalahan adalah hal yang wajar. Namun kita harus bisa mengupayakan untuk tidak mengulangi kesalahan tersebut terjadi untuk kedua kalinya. Maka dari itu mari kita lihat 7 kesalahan jangan sampai terulang lagi.

    1. Mengabaikan saran yang diminta
    Meminta nasihat dari seseorang yang bijaksana juga sangat berguna. Karena mereka dapat memberikan personalisasi dan saran berpengetahuan.

    Banyak orang berulang kali meminta kepada teman-teman dan orang yang dicintai untuk memberikan saran tentang cara untuk memperbaiki kehidupan mereka. Sayangnya mereka tidak pernah mengikuti saran tersebut, karena mereka percaya bahwa mereka tahu yang terbaik.

    Orang cerdas memahami bahwa dalam beberapa situasi, perspektif lain bisa sangat berharga terutama jika kamu diminta untuk itu. Jadi jangan sampai hal ini terulang dan terus terulang.

    2. Melakukan hal yang sama berulang-ulang dan mengharapkan hasil yang berbeda
    Albert Einstein mengatakan bahwa sesuatu yang gila adalah melakukan hal yang sama berulang-ulang namun mengharapkan hasil yang berbeda. Orang-orang cerdas memahami bahwa untuk mendapatkan hasil yang berbeda, kita harus melakukan hal-hal baru yang berbeda pula. Jika berulang kali melakukan hal yang sama maka hasilnya juga akan sama, dan tidak akan ada kemajuan.

    3. Mengharapkan hasil instan
    Orang yang cerdas akan memahami bahwa kerja keras adalah hal yang wajib sebelum mendapatkan hasil. Daripada menjadi frustrasi karena tidak mendapatkan apa yang mereka inginkan. Mereka akan segera motivasi diri untuk terus berjalan karena mereka tahu pada akhirnya akan mendapatkan apa yang diinginkan.

    4. Tidak melakukan pekerjaan namun berharap hasil yang baik
    Kebanyakan orang mengambil jalan pintas untuk memperoleh apa yang diingikannya. Misalnya, banyak orang telah mengambil ujian tanpa merevisi dan masih menerima hasil yang baik. Benar, orang cerdas memahami bahwa ini adalah keberuntungan dan menggunakan metode ini benar-benar akan menahan mereka kembali dari mencapai potensinya.

    5. Menyalahkan orang lain ketika ada masalah
    Ketika kamu sedang mengalami suatu masalah. Maka sebaiknya lakukan intropeksi diri, lihatlah kedalam, apa yang telah kamu lakukan. Jangan sampai kamu justru menyalahkan orang lain ketika terkena masalah. Ini adalah sebuah kesalahan yang patal dalam hidup manusia. Sehingga jangan sampai berulang-ulang melakukannya.

    6. Mencoba mengubah orang lain
    Banyak orang dengan niat baik telah mencoba untuk mengubah seseorang. Namun, satu-satunya cara seseorang akan berubah adalah jika mereka benar-benar menginginkannya. Kamu tidak bisa membuat seseorang ingin berubah. Orang yang cerdas menyadari hal ini dan lebih memilih untuk mengubah dirinya menjadi lebih baik, bukan mengubah orang lain.

    7. Mencoba untuk mengesankan semua orang
    Kebanyakan orang telah mencoba untuk mengesankan semua orang setidaknya sekali selama sekolah, kuliah atau bekerja, namun ini ternyata tidak baik. Bebeberapa orang sepertinya tidak pernah menyadari hal ini. Sehingga hidup dalam sebuah kepalsuan dalam waktu yang tidak sebentar.

    Demikianlah 7 kesalahan ini jangan sampai kamu lakukan berulang kali dalam hidupmu. Sebab, akan merugikan diri kamu secara langsung maupun tidak langsung. Semoga ulasan di atas mudah untuk dipahami.

    58 komentar:

    1. Menyalahkan orang lain memang perbuatan yang kurang baik, tapi alangkah lebih bijak jika mengoreksi diri sendiri.

      BalasHapus
      Balasan
      1. Mengoreksi diri sendiri sambil ngopi :)

        Hapus
    2. untuk poin no 6 kenapa harus ada guru dan para ustad dan ulama jika poin tersebut dinafikan?coba?
      untuk merubah tentu ada dalam dirinya masing2, tetap tetapharus diingatkan, kewajiban beliau-beliau dan kita para sahabatlah untuk membantu berubah menjadi keyang lebih baik dari sebelumnya

      BalasHapus
      Balasan
      1. Pastinya salah minum obat. Mang :)

        Hapus
      2. pantesan...obat sakit kepala buat ngobatin sakit perut sih

        Hapus
      3. Hahaha, dan jadinya tambah sakit perutnya.. Wkwkwk

        Hapus
    3. Di no.6 Saya setuju sama mang lembu..

      Dan di no.2 yaitu melakukan hal yang sama berulang-ulang dan mengharapkan hasil yang berbeda..
      Disitu saya nggak setuju sama Si Albert, coba aja liat para ahli beladiri, sebelum menjadi hebat mereka terus melakukan gerakan jurusnya secara berulang-ulang, dan hasilnya jurusnya makin mantap dari sebelumnya.

      Contoh lainnya.. Pemain bola, Si Beckham misalnya, dia terus latihan mengulang-ulang tendangan melengkungnya, dan hasilnya makin joz membobol gawang lawan.

      Kira2 gt deh, oya met malem te..

      BalasHapus
      Balasan
      1. Ulasan di komentarnya cetar membahana! Sampai-sampai dohubungkan ke Beckham sama pemain silat.

        Yang dibilang enstein itu bukan kalimat universal sih kayaknya. Ga semua konteks bisa dikaitkan kesana.

        Hapus
      2. Mau ngalahin cetarnya syahrini mas, haha..

        Hapus
      3. Om Emde sepertinya belum minum kopi makanya poin no 2 di kaitnyan dunia pencak silat atau pun sepak bola. :)

        Hapus
    4. Beberapa poin saya merasa tersindir nih. Apalagi saya paling suka yang instan. Seperti mie instan dan kopi susu instan

      BalasHapus
      Balasan
      1. Hahaha, jangan tersindir mas, pastinya mie instan dan kopi susu instan mantep deh apalagi ditambah cendol dingin :)

        Hapus
    5. kalau lagi ada masalah buat apa menyalahkan orang lain., padahal orang yang kita salahkan juga enggak tahu masalah yang kita hadapi., mendingan menyalahkan diri sendiri sambil berintropeksi diri, sehingga tiada orang yang merasa ditersakiti.

      BalasHapus
      Balasan
      1. Dan dengan begitu enjoy minum kopi.. Hahaha

        Hapus
    6. Menyalahkan orang lain ketika ada masalah, ini rasanya seperti menohok kewajah sendiri. Ah jadi malu, orang lain menjadi lampiasan emosiku.

      BalasHapus
      Balasan
      1. Dan kemudian ada rasa penyesalan terus tutup muka pakai tangan. Hehe

        Hapus
    7. mengharap hasil instant nih yg dulu pernah ada dibenak saya.

      padahal mana ada yg instants didunia ini selain mie instant coba

      BalasHapus
      Balasan
      1. Pengakuan yang jujur :)

        mie instant saja juga perlu proses, hehe

        Hapus
    8. hahahah, makjleb banget 7 point ini mbak. :( kena sama diri sendiri ni

      BalasHapus
      Balasan
      1. Hehe, tapi kenanya kan cuna sedikit :)

        Hapus
    9. Menurut saya, Mengabaikan saran yang di minta bisa saja terjadi nih mba karena terkadang orang yang memberi saran ke kita malah memberi saran ke arah negatif.
      Makanya kita harus pintar pintar memilih orang yang tepat untuk di minta sarannya...

      BalasHapus
      Balasan
      1. Ya kita harus pandai-pandai memilih orang yang bisa menasehati ke hal positif. :)

        Hapus
    10. Manusia itu tempatnya salah. Tapi bukan berarti sebagai manusia harus selalu berbuat salah. Melainkan harus mengambil pelajaran dari kesalahan yang diperbuatnya, dan jangan sampai kita mengulangi kesalahan yang sama yang telah kita perbuat.

      Mengenai poin2nya, aku manut. Haha

      BalasHapus
      Balasan
      1. Kok munat manut, hati-hati nanti dibawa jebur ke kali :)

        Hapus
    11. Kok banyak yg nggak setuju ya, saya mau ikut yg mana nih enaknya.

      Hmm..... mendingan cerita aja deh...

      Beberapa bulan yg lalu saya membersihkan kaca jendela luar di sebuah rumah, dari atas genteng. Iya, cuma bagian luar, soalnya yg bagian dalam tingginya sekitar 8 meter dari lantai dan tertutup horden. Jadi masih bersih.

      Alangkah terkejutnya saya ketika melihat di bagian dalam, diantara kaca dan horden ada tulang belulang seekor burung tergeletak di kusen. Masih lengkap dengan kakinya, cuma tengkorak kepalanya sudah terpisah. Demi membuat pekerjaan saya menjadi lama dan selesai tepat pada jam istirahat, saya pun mencoba menerawang kejadian yg menimpa burung naas tersebut.

      Namun sayang, semuanya menjadi sia-sia begitu saya menyadari bahwa ilmu itu belum sempat saya pelajari saat di sekolah dasar dulu. Akhirnya saya hanya termenung, melamun, membayangkan.......

      ....dua ekor burung, jantan dan betina, yg sedang dimabuk asmara main kejar-kejaran, terbang kesana-kemari main uber-uberan. Sampe tak sadar keduanya masuk ke dalam rumah tersebut. Tak sadar akan bahaya yg mengancam, justru mereka makin lupa diri. Terbang, terbang, dan terbang....

      Maksud hati hendak niru pilem india, si burung betina pun sok genit ngumpet di balik horden jendela. Apalah daya, si jantan hanya berkicau menyebut2 namanya. Hal ini malah membuat si betina makin sok genit, makin ngumpet di balik horden. Dia lalu diam, sambil cekikan, berharap si jantan tiba2 nongol dari balik horden, mencilukba dirinya, lalu mendekapnya penuh dengan penuh kasih sayang. Ahh.......

      Tanpa sengaja dia melengos ke arah jendela yg bening itu, ditatapnya daun2 yg hijau, dilihatnya ranting2 yg nyaman buat bertengger, diperhatikannya dua ekor burung yg saling mepet2an di situ. Satu burung betina sahabat dekatnya, satunya lagi burung jantan kekasihnya...kekasihnya??? Oh tidak!!!

      Serentak dia menjeri dan terbang ke arah ranting itu. Dan...

      Brukk!!

      Tubuhnya membentur kaca, dan dia kesakitan. Tapi hatinya lebih sakit lagi. Dia mencobanya lagi...

      Brukk!!!

      Tubuhnya membentur kaca, dia makin kesakitan. Tapi hatinya lebih sakit. Dicobanya lagi......

      Brukk!!!

      Tubuhnya membentur kaca, dia lebih makin kesakitan. Tapi lagi2 hatinya lah yg lebih sakit. Dia tak menyerah, dicobanya lagi...


      "Woy!! Ngapain lu bengong disitu!"

      Sialan! Pak mandor ternyata memergoki saya. Dengan terpaksa, saya melanjutkan kerja dengan perasaan trenyuh pada si burung betina. Di usia telur dalam kandungannya yg sudah mulai bisa dikeluarkan, dia menjadi cepat lelah, letih, kehausan, kelaparan, dan akhirnya....mati.

      Dasar burung jantan biadab! Ternyata dia telah merencanakan semua ini!!

      BalasHapus
      Balasan
      1. Mbak Lisa....yg ne di copy aja dijadiin artikel hehehe....

        Hapus
      2. Kirim ke MURI aja yang komen, hahaha..

        Hapus
      3. Nggak usah repot2, anterin saya dan mbak Lisa ke KUA aja deh... Hihi....

        Hapus
      4. Hahaha, mas Kay, sedang menceritakan burung yang sedang bercinta ya? Ceritanya menyentuh jidad, ups menyentuh hati maksudnya. La iyalah gimana nggak kan ceritanya bikin om Ende tersenyum tu meski hati om Emde ngrundel... Hahaha

        Lho kok bisa ngrundel? Ya bisa lah, dengar om John reques minta dicopy untuk dijadikan artikel.. Hahaha

        Tapi ngomong-ngomong terus gimana nasibnya burung yang satunya ya? Itu burung betina atau jantan? Apa burung itu terus ngambek atau menggantikan posisi burung yang sudah mati? Ah.. Aku kutip saja deh, buat new post besok. :)

        Hapus
    12. Ternyata ada satu diantara 7 diatas yg dulu pernah sy lakukan....saat itu perasaan itu tidak salah bahkan sangat benar.....yaitu berusaha menyenangkan semua orang....sampai2 sy bersedia mengorbankan tugas sy ke orang lain agar orang itu senang....sy rela gituh dapat nilai C untuk mata kuliah itu sementara orang yg kasih tugas sy dapat A,

      Teman dekat sy udah ngingatin...kalo itu udah berlebihan...tp saat itu gak sy denger..., menjelang akhir kuliah baru saya sadar betapa lelahnya berusaha membuat semua orang senang....berkorban pun harus tepat motifnya, tp masa itu udah berlalu mbak Lisa...sekarang tetap mati2an memang tp buat nyenangin anak dan istri....hehehe....kalo itu mah wajib itu ya.....

      BalasHapus
      Balasan
      1. Hehehe, dan akhirnya penyesalan datang di belakang ya, om? Tapi nggak masalah bisa dijadikan pembelajaran dengan kejadian masa lalu itu tentu mendapatkan hikmah yang tak ada duanya. Kalau menyenangkan istri dan anak itu harus dan diwajibkan karena sudah menjadi tanggungjawab kepala rumah tangga. Hehe

        Hapus
    13. saya merespon dari poin 3 Mengharapkan hasil instan,

      berharap manis dari sebuah cita cita secara instan adalah sesuatu yg keliru, Mie instan aja yg katanya Mie instan siap saji, itu perlu proses dimasak dulu lho...iya kan?

      jadi ya jangan berharap hasil pencapaian secara instan tanpa berkarya dan berusaha keras terlebih dahulu.

      BalasHapus
      Balasan
      1. Iya om, betul banget dengan berusaha keras dan bersabar maka akan mendapatkan hasil yang maksimal, hehe

        Hapus
    14. Semua orang punya pendapt sendiri terkait statemen diatas, beberapa memang benar tapi harus bijak dengan pendapat orang lain ... Karena menurut saya semua orang punya sudut pandang dan cara yang betbeda dalam menyikapi promblematika..

      BalasHapus
      Balasan
      1. Iya, mas bagaimana kita menyikapinya.

        Hapus
    15. Beberapa poin cukup membuat saya tersentil, mencoba tuk koreksi diri… moga bisa lebih baik di kemudian hari.

      BalasHapus
      Balasan
      1. tersentil maksudnya tersinggung gitu mas?

        Hapus
      2. Wah, jangan terasa kesentil,mang, nanti malah cepat tua lho. Haha

        Hapus
      3. tersentil neng admin bolehlah

        Hapus
      4. Hehe, hanya sedikit saja kok ya.

        Hapus
    16. Yang no 4 kesalahan para pemimpi sepertinya, kerja engga hasil mau yang terbaik. Apa saya juga masih melakukan kesalahan seperti itu ya ?
      hiks.

      BalasHapus
      Balasan
      1. Coba aku trawang dulu pakai kaca mata hitam,mas. Haha

        Hapus
    17. Kita tahu mana yang benar dan salah saat kita melakukan kesalahan....:)

      BalasHapus
      Balasan
      1. Setelahnya menyesal ya, mbak :)

        Hapus
    18. Untuk Pooint yang nomor satu saya sering meemukan orang sperti itu, dia curhat dan saya dengerin sampai selesai, dia minta saran, saya kasih saran yang menurutku pas buat dia, eh saranku malah di abaikan, lanjutlah dia melakukan kesalahan pada point nomor 5

      BalasHapus
      Balasan
      1. Kalau sudah nemu orang seperti itu sebel banget, ya, mas.

        Hapus
      2. Ortg yg curhat akan merasa puas jika yg mendengarkan juga aktif, jika kita sebel kita cuekin aja, atau dialihkan pembicaraannya

        Hapus
      3. Atau ditinggal pergi saja :)

        Hapus
    19. Kalau tugas seorang guru adalah mengubah mindset si anak agar bisa berkembang, itu adalah tugas mulia ya kan mba!

      BalasHapus
      Balasan
      1. Kalau tugas guru mengubah mindset anak didiknya itu benar sekali, pak. Hehe

        Hapus
    20. Keren Mbak artikelnya. yg nomor 3 dan 5 aku sering melakukannya uhuks.s.. walau tanpa sadar :) suamiku yg sering ngingetin

      BalasHapus
      Balasan
      1. Suaminya baik banget mbak, iya iya lah namanya juga suami. Hehe

        Hapus
    21. Benar sekali mba,,kesalahan yang sering saya alami, menginginkan penghasilan yang instan mba,,jadinya jarang kecapai...makasih infonya ya mba nel"

      BalasHapus
      Balasan
      1. Ya sama-sama, jalani debgan santai saja, mas. :)

        Hapus
    22. coba mengubah orang lain, benar juga tuh.. mengingatkan lebih baik memperbaiki diri sendiri.

      BalasHapus
      Balasan
      1. Yupz, dengan perbaiki diri sendiri maka hidup kita akan bahagia :)

        Hapus

    Post Top Ad

    Post Bottom Ad

    Diberdayakan oleh Blogger.