Header Ads

  • Berita Terkini

    Inikah Cinta?


    Inikah Cinta?

    Pandanganku terarah ke kalender di meja sudut kamarku, perlahan ku raih dan ku melihat lingkaran tanda merah yang ku buat tempo hari; "14,15,16," ucapku perlahan. Aku pun meraih handphone yang tak jauh dari kelender, ku buka akun Whatsapku lalu dengan lincah jari ku menekan tombol demi tombol merangkai sebuah kalimat "Semoga senang dalam perjalanan dan selamat sampai tujuan" kemudian tulisan itu aku kirim. Tak lama kemudian aku pun mendapat balasan; "Terima kasih banyak, Anita."

    Ya, aku tahu kepergianmu ke kota Bali untuk menghadiri suatu acara keluarga. Tiga hari mungkin waktu yang singkat bagimu, tapi bagiku tiga hari waktu yang cukup lama menanti ke pulanganmu dan menunggu cerita-cerita suatu peristiwa yang menyenangkan saat berkumpul dengan keluargamu. Masih juga terngiang di telinganku tersimpan dalam otokku, saat kamu meyakinkan diriku bahwa kepergianmu ke Bali bukan ingin bermain bersama teman, tapi karena menghadiri suatu acara keluarga.

    Hatiku terasa hampa, entah apa yang terjadi pada diriku ini, apakah aku seorang yang munafik, yang tak mau mengakui bahwa aku sedang mencintaimu, apakah perhatianku padamu selama ini karena hanya sebagai sahabat atau memang ada rasa di hati ini. Sedangkan aku pun merasakan perhatianmu untuk ku bukan hanya sekedar sahabat.

    Di satu sisi, aku tak ingin kamu tahu rasaku. Tapi di sisi lain ada perasaan cemburu jika ada yang lain menyita perhatianmu. Ya. Sejak kuputuskan untuk menutup pintu hatiku, ternyata dirimu mampu menerobos dari sela-sela pintu yang telah tertutup rapat hingga menenbus relung hatiku, menggoyahkan keyakinanku tentang cinta. Kamu mantapkan keraguanku tentang makna dari cinta, dengan kesungguhan sikapmu. Rasanya aku memang jadi semangat dengan hadirmu, sekaligus terasa hampa jika kamu jauh.

    Pernah aku bertanya; "Apakah kamu pergi bersama cewek?" Ah, mungkin itu adalah suatu pertanyaan yang konyol yang ku ajukan kepadamu. Tapi, dengan tegas kamu menjawab; "Tidak!" dan jawabanmu itu semakin membuatku percaya diri. Inikah cinta? Samakah apa yang kurasakan dengan apa yang kamu rasakan?

    Pesanmu pun terus mengisi layar handphoneku untuk tetap menyakinkanku, apa mungkin kamu tahu apa yang sedang aku pikirkan. Yang ada keraguan di hati untuk melepas kepergianmu. Kembali kupandangi kalender dan ku sentuh angka 14,15,16 dengan jari telunjukku, seakan hatiku mengatakan cepatkan waktumu, untuk berputar supaya cepat berada di angka 17. Tapi, dengan sekuat hati, aku akhiri pesan Whatsapku dengan kata "Good bye" karena aku tak ingin mengganggu acaramu. Dan aku yakin, kamu pasti juga merasakan hal yang sama. Kangeeennn!

    Tidak ada komentar

    Post Top Ad

    Post Bottom Ad

    Diberdayakan oleh Blogger.