Header Ads

  • Berita Terkini

    Semerdu Gema Hatiku


    "Yes.. akhirnya selesai juga kerjaku hari ini,"  Aku segera berdiri dari tempat duduk ku dan berjalan menuju cendela kaca diruang kerjaku ini, Aku memandang lepas jauh keluar dimana sebuah kantin ramai di huni para karyawan yang sedang istirahat, mataku memcari sesuatu, ya, sesosok lelaki yang berhasil menempati hati ku.

    Namaku Della Angraini, teman-teman kerjaku memanggilku Ella, disini adalah tempat kerja baruku, pertama Aku masuk diperusahan ini Aku bertemu seorang pemuda boleh dibilang lebih muda sedikit dari usiaku, namun pemuda ini bisa membuat gelisah sepanjang hariku. Saat itu Aku sempat ngobrol dan pemuda itu pernah berjanji akan memperkenalkan dirinya, jika sudah tiba waktunya. Janji itu tetap Aku tunggu meskipun terkadang ada rasa jenuh. Entah mengapa hati ini terasa gelisah jikaku tak melihatnya diantara kerumunan para karyawan yang sedang istirahat. "Aahh.. kenapa perasaanku jadi begini," kata hati kecilku.

    Hari-hari yang ku lalui ditempat kerja sangat menyenangkan meskipun kerjaku penuh dengan tantangan, terkadang dapat caci maki dari pihak yang tidak senang meski itu bukan salahku. Aku tetap tenang menghadapinya, terkadang Aku juga mencari ide untuk menyelesaikan bagaimana agar suasana yang seperti itu bisa berubah damai. Perlahan-lahan ide itu pun ku dapat dan bisa ku diskusikan ke bos, dengan senang hati bos pun menerima ide dariku dan merubah segala peraturan yang diperlukan.

    Pada suatu hari Aku pergi ke kantin bergabung dengan karyawan yang sedang istirahat, maksud hatiku ingin ngobrol dengan pemuda itu, namun apa yang Aku dapat, sesampai di kantin Aku melihat pemuda itu sedang bercanda dengan salah satu karyawan perempuan. "Nanti malam Aku tunggu inbok di facebook, tapi Aku tidur dulu," kata Retno karyawan perempuan itu. Pemuda itu tersenyum pertanda mengiyakan. Oia, Nama pemuda itu Rudi, itu nama yang ada dikartu nama yang tergantung dilehernya. Hati ku mulai berpikir kalau Rudi ini sudah memiliki kekasih hati, Aku kembali ke ruangan kerjaku dengan beribu tanda tanya, sebelum Aku mulai aktifitas lagi Aku sempat melihat ke arah pemuda itu dan disana datang lagi dua perempuan, yaitu Tari dan Nisa kedua perempuan ini juga termasuk senior perusahan. namun sikap mereka sedikit kurang menyenangkan.

    Aku mulai berpikir untuk melupakan janji Rudi yang pernah di ucapkan, "Aaahh.. sudahlah, males mikirin, lelaki semua pasti sama, pengobral cinta," suara hatiku memberontak. Lantas Aku mulai melakukan pekerjaan ku, berkas-berkas yang ada dimeja kerja, ku susun sedemikian rapinya dan tak lama kemudia jari jemari ku lincah bermain di keyword kompunter dihadapanku. Namun hati kecil ku tak bisa ku bohongi, untuk melupakan janji Rudi, semakin ku ingin melupakan nya semakin rasa aneh Aku rasakan. Namun melihat keakrapan Rudi dengan ketiga perempuan itu membuatku berpikir dua kali, ya, Aku harus bisa melupakan janjinya, biarkan janji itu berlalu dengan sendirinya.

               

    Every night I'm lyin' in bed
    Holdin' you close in my dreams
    Thinkin' about all the things that we said
    And comin' apart at the seams
    We try to talk it over
    But the words come out too rough
    I know you were tryin'
    to give me the best of your love...

    Best of My Love, Ringtone ponselku yang dilantunkan Eagles itu, mengejutkanku, dan ku segera mengambilnya, panggilan telpon tak ku kenal masuk, dengan rasa penasaran Aku tekan tombol hijau pada layar sentuh ponselku.

    "Halo..!"

    "Halo, Ella..! saya Rudi, bisakah kita bertemu malam ini, Aku tunggu dpi kafe seberang jalan itu," kata Rudi dari jauh.

    "Iya, Aku akan luangkan waktu," jawab ku dengan nada malas.

    Hari yang ditentukan tiba, Aku memasuki kafe yang tak jauh dari tempatku kerja, ku tarik napas dalam-dalam untuk menghilangkan gejolak hati yang tak karuan. "Hai, Ella..," Suara Rudi sambil melambaikan tangan nya.

    " Maaf, Aku lambat datang," sahut ku pelan sambil menunduk.

    "Tak Apa.. silahkan duduk tuan putri," suara Rudi sambil menarik kursi mempersilahkan ku duduk.

    "Terima kasih.. Rudi," sahutku.

    Tak lama kemudian pelayan kafe itu datang dengan membawa dua gelas kopi hitam dan caffe litte, Aku tertegun melihatnya dan Aku pun bertanya "Dari mana kamu tahu Aku suka caffe litte?

    "Dari kantin, Aku sering perhatikan kamu, dan dari sana Aku tahu caffe litte itu kesukaanmu," suara Rudi sambil menatap wajahku. "Aku suka kamu Ella, mohon jangan tolak Aku," lanjut Rudi sambil meraih tanganku.

    Aku tak berdaya dibuatnya karena kata-kata itu yang Aku tunggu-tunggu. Ya disaksikan bintang dan bulan diluar sana cinta kami pun bersatu malam itu, Rudi berhasil menempati hatiku yang sekian lama Aku tutup rapat-rapat. Hari hariku sangat membahagian, ditempat kerja Aku sama Rudi bersikap biasa-biasa saja seakan tak ada hubungan, namun di luar sana Aku dan Rudi sepasang kekasih yang saling menyayangi, mengerti satu sama lain. Dan kini puing-puing hatiku telah kembali bersinar dengan sebuah harapan dan impian yang dibawakan oleh Rudi.

    Selesai....

    Tidak ada komentar

    Post Top Ad

    Post Bottom Ad

    Diberdayakan oleh Blogger.